Salah satu tantangan utama yang sering dihadapi perusahaan adalah rendahnya tingkat kepuasan kerja karyawan, yang disebabkan oleh kurang optimalnya pengembangan karir, kompetensi yang belum sepenuhnya berkembang, serta manajemen konflik kerja yang kurang efektif. Kondisi ini dapat berdampak negatif terhadap kinerja dan produktivitas karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengembangan karir, kompetensi, dan konflik kerja terhadap kepuasan kerja karyawan. Sumber daya manusia dipandang sebagai aset berharga bagi perusahaan, dengan kepuasan kerja menjadi faktor penting yang mencerminkan kinerja karyawan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan menyebarkan kuesioner kepada 100 karyawan LJ Hooker Solo yang telah bekerja setidaknya satu tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan karir dan kompetensi secara signifikan berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja, sedangkan konflik kerja berpengaruh negatif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa manajemen karir yang efektif serta peningkatan kompetensi karyawan dapat meningkatkan kepuasan kerja. Selain itu, manajemen konflik yang baik dapat meminimalkan dampak negatifnya. Oleh karena itu, penting bagi perusahaan untuk mengimplementasikan strategi manajemen konflik yang tepat serta mendukung pengembangan karir karyawan.
Copyrights © 2024