Gangguan motorik adalah kelainan pada sistem saraf yang menyebabkan gerakan tubuh tidak normal. Gangguan ini bisa berupa kelemahan, kelumpuhan, atau gerakan tidak disengaja. Gangguan motorik bisa disebabkan oleh kerusakan pada saraf motorik di otak dan sumsum tulang belakang. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi gangguan motorik pada penderita hipertensi pasca stroke di Puskesmas Pajarakan. Desain penelitian ini desain studi analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi 94 dan Sampel 76 responden pada tanggal 29 juni - 04 juli 2025 dengan penderita hipertensi pasca stroke yang memenuhi kriteria inklusi dan kriteria eksklusi yang diambil dengan cara Simple Random Sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar kuesioner dan lembar observasi. Data yang diperoleh dilakukan uji statistik analisis bivariat dengan uji Spearman’s Rank dan regresi logistic untuk mencari faktor dominan. Hasil penelitian didapatkan variabel perilaku kebiasaan merokok ρ= 0,604, IMT ρ= 0,009, nilai ρ aktivitas fisik = 0,000. Hal ini menunjukkan ada hubungan faktor IMT dan aktivitas fisik. Dan didapatkan faktor dominan yang mempengaruhi gangguan motorik adalah faktor aktivitas fisik dengan nilai wald 22,554. Dari hasil penelitian ini didapatkan faktor yang paling dominan mempengaruhi gangguan motorik pada penderita hipertensi pasca stroke adalah aktivitas fisik. Responden dengan aktivitas fisik rendah perlu secara aktif mengelola kondisi mereka untuk mengurangi terjadinya gangguan motorik. Untuk itu menerapkan gaya hidup sehat sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Selain menjaga pola aktivitas fisik maka perlu untuk mengurangi kebiasaan buruk seperti perilaku kebiasaan merokok, dan mengontrol pola makan.
Copyrights © 2025