Quality control plays an important role in improving the competitiveness of traditional food SMEs, including sago-based bakak cake products. This study aims to identify dominant defect types and analyze the causes of defects in bakak sago cake production using the Seven Tools method. The research object is a small and medium enterprise producing bakak sago cakes, with defect data collected through direct observation and production records. The analytical tools applied include check sheets, histograms, Pareto diagrams, cause-and-effect diagrams, scatter diagrams, control charts, and production process flowcharts. The results indicate that the dominant defects are excess sugar and insufficient sugar, which cumulatively account for most of the total defects. Further analysis reveals that the main causes of defects are inconsistent ingredient measurement, improper control of roasting heat intensity, and limited temperature control. The control chart shows that the production process is statistically in control but still requires improvement to reduce defect levels. This study recommends standardizing production processes and strengthening continuous quality control to improve the quality of bakak sago cake products. Pengendalian kualitas merupakan aspek penting dalam meningkatkan daya saing UMKM pangan tradisional, termasuk produk kue bakak sagu. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis cacat dominan serta menganalisis penyebab terjadinya cacat produk kue bakak sagu menggunakan metode Seven Tools. Objek penelitian adalah UMKM penghasil kue bakak sagu, dengan data cacat produk yang dikumpulkan melalui observasi dan pencatatan selama proses produksi. Alat analisis yang digunakan meliputi check sheet, histogram, diagram Pareto, diagram sebab–akibat, diagram pencar, peta kendali, dan flowchart proses produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cacat dominan yang terjadi adalah kelebihan gula dan kekurangan gula, yang secara kumulatif menyumbang sebagian besar total cacat produksi. Analisis lebih lanjut mengungkapkan bahwa penyebab utama cacat berasal dari ketidakkonsistenan penakaran bahan, pengaturan besar api pemanggangan, serta keterbatasan pengendalian suhu. Peta kendali menunjukkan bahwa proses produksi berada dalam kondisi terkendali, namun masih memerlukan perbaikan untuk menurunkan tingkat cacat. Penelitian ini merekomendasikan standarisasi proses produksi dan peningkatan pengendalian kualitas secara berkelanjutan guna meningkatkan mutu produk kue bakak sagu
Copyrights © 2026