Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan konsep neurosains dalam pendidikan anak usia dini. Neurosains dalam pendidikan melibatkan pendekatan pembelajaran yang selaras dengan cara kerja otak, sehingga dapat mengoptimalkan perkembangan anak di usia dini. Penelitian ini menggunakan metode kajian kepustakaan dengan pendekatan critical appraisal berdasarkan kriteria inklusi-eksklusi. Dari 25 artikel yang dianalisis, 8 artikel dipilih berdasarkan penilaian kritis menggunakan metode JBI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan neurosains dalam pendidikan anak usia dini melibatkan berbagai metode seperti pembelajaran berbasis otak, permainan, seni, dan pendekatan kreatif lainnya yang terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas kognitif, motorik, serta perkembangan emosional anak. Integrasi metode tersebut membantu menciptakan lingkungan belajar yang lebih dinamis dan adaptif terhadap kebutuhan perkembangan otak anak usia dini.
Copyrights © 2024