Penangkapan burung liar di Indonesia menjadi ancaman besar bagi kelestarian spesies dan kesejahteraan hewan. Pusat Pelestarian Satwa (PPS) memiliki peranan vital dalam mengelola burung yang disita melalui serangkaian proses awal, yang mencakup penerimaan, pemeriksaan kesehatan, dan karantina sebelum rehabilitasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai pelaksanaan prinsip bioetika dalam penanganan awal burung di PPS serta mengukur hubungannya dengan kesejahteraan hewan. Metode yang dipakai adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi langsung terhadap penerimaan burung di PPS Sibolangit pada bulan Januari 2026. Temuan penelitian menunjukkan bahwa proses penanganan, termasuk pencatatan administratif, pemeriksaan kesehatan awal, serta penempatan dalam kandang karantina, telah dilakukan secara terstruktur. Pemeriksaan fisik dan observasi perilaku membantu petugas dalam menentukan kondisi burung serta memilih metode penanganan yang tepat. Prinsip bioetika seperti manfaat, tidak merugikan, dan keadilan juga telah diterapkan, yang terlihat dari pemberian perawatan yang tepat, penanganan yang berhati-hati, serta perlakuan yang adil terhadap semua burung. Secara keseluruhan, penanganan awal di PPS telah mendukung peningkatan kesejahteraan hewan.
Copyrights © 2026