Di pasar tradisional Medan, fenomena alih kode, campur kode, interferensi, dan integrasi dipelajari dalam penelitian ini. Pasar Medan adalah tempat berkumpulnya orang dari berbagai etnis, termasuk Batak, Melayu Deli, Jawa, dan Tionghoa. Penelitian ini menyelidiki bagaimana masyarakat dwibahasawan beralih dari satu kode ke kode lain berdasarkan faktor keakraban dan negosiasi dengan menggunakan pendekatan observasi partisipatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alih kode ke bahasa daerah, seperti Batak, digunakan untuk mempererat hubungan kekerabatan dan membuat suasana transaksi lebih ringan. Sementara itu, terbentuknya bahasa pasar yang unik dan dipahami bersama ditunjukkan oleh campur kode dan integrasi elemen leksikal daerah. Fenomena ini lebih dari sekedar kebiasaan bahasa; itu menunjukkan harmoni sosial dan adaptasi identitas masyarakat Medan dalam mempertahankan keberagaman budaya dalam interaksi ekonomi sehari-hari.
Copyrights © 2026