Perkembangan media sosial, khususnya TikTok, telah membawa perubahan yang cukup signifikan dalam cara masyarakat berbahasa, salah satunya melalui munculnya fenomena campur kode antara bahasa Indonesia dan bahasa Inggris di kalangan generasi muda urban. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fenomena tersebut melalui analisis video TikTok berjudul “Ketika Anak Jaksel Speak Up soal Work Life Balance”, dengan menyoroti keterkaitannya dengan identitas sosial serta pengaruh globalisasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan analisis sosiolinguistik terhadap tuturan dalam video. Hasil penelitian menunjukkan bahwa campur kode digunakan secara alami, dengan bahasa Indonesia sebagai bahasa utama dan bahasa Inggris sebagai sisipan, terutama pada istilah yang bernuansa modern dan profesional. Penggunaan ini tidak hanya berfungsi sebagai strategi komunikasi, tetapi juga merepresentasikan identitas kelompok muda urban yang dekat dengan budaya global. Fenomena tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti globalisasi, lingkungan sosial perkotaan, media digital, serta efisiensi makna. Di satu sisi, campur kode mencerminkan kemampuan bilingual dan memperkaya variasi ekspresi, namun di sisi lain berpotensi mengurangi kesadaran penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar jika digunakan secara berlebihan. Oleh karena itu, diperlukan keseimbangan dalam praktik berbahasa agar bahasa Indonesia tetap terjaga sebagai identitas nasional di tengah arus globalisasi.
Copyrights © 2026