Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan antara model latihan fisik berbasis pedoman dashbara bintara dengan model ceramah, motivasi belajar tinggi dengan motivasi belajar rendah dan interaksi keduanya dalam kesamaptaan jasmani siswa Diktuk Bintara Polri. Metode penelitian quasi eksperimen dengan menggunakan desain faktorial 2x2. Sampel penelitian adalah 120 siswa dengan cara random sampling. Lokasi penelitian di Sekolah Kepolisian Negara Polda Jatim Bangsal Mojokerto. Teknik pengambilan data dengan tes fisik, angket, dan observasi. Teknik analisis data menggunakan SPSS 13 kuantitatif anova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model latihan fisik dan motivasi belajar berpengaruh signifikan terhadap kesamaptaan jasmani siswa. Model latihan fisik yang bervariatif dan terstruktur lebih efektif dalam meningkatkan kebugaran jasmani siswa, dengan nilai F sebesar 86.963 dan tingkat signifikansi 0.000. Motivasi belajar siswa berperan penting bagi para siswa, dengan nilai F sebesar 9061 dan tingkat signifikansi 0.003., dengan pengertian makin tinggi motivasi belajar siswa maka makin baik hasil latihan fisik. Model ANOVA menjelaskan 47,5% variasi dalam kesamaptaan jasmani siswa, dengan arti model cukup efektif untuk menggambarkan hubungan antar faktor tersebut. Kesimpulan model latihan fisik dan motivasi belajar berpengaruh signifikan terhadap kesamaptaan jasmani siswa di Diktuk Bintara POLRI SPN Polda Jatim.
Copyrights © 2026