Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Raudhatul Jannah menghadapi tantangan dalam mengintegrasikan teknologi koding dan Kecerdasan Artifisial (AI) ke dalam kurikulum pembelajaran akibat keterbatasan infrastruktur dan kompetensi guru. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menjembatani kesenjangan tersebut melalui pelatihan dan pendampingan intensif bagi tenaga pendidik. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang meliputi fase sosialisasi, workshop teknis, pendampingan kelas (co-creation), serta evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya eskalasi kompetensi digital guru yang signifikan, dengan peningkatan skor rata-rata dari 42,0 menjadi 88,7. Transformasi paling menonjol terlihat pada kemahiran Prompt Engineering dan penggunaan platform kreatif. Selain itu, implementasi metode Game-Based Learning (GBL) terbukti efektif sebagai solusi substitutif atas keterbatasan perangkat keras, meningkatkan retensi pemahaman siswa hingga 65%. Program ini juga berhasil membentuk kemandirian institusional melalui Kelompok Kerja (Pokja) Teknologi dan penyerahan aset repositori digital. Kesimpulannya, melalui pendekatan pedagogik yang adaptif, madrasah mampu mentransformasi keterbatasan sarana menjadi peluang inovasi pembelajaran digital yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026