Suku Anak Dalam (SAD) di sekitar Taman Nasional Bukit Duabelas (TNBD) menghadapi penurunan sumber daya hutan yang mendorong transformasi ekonomi melalui pemanfaatan produk herbal berbasis pengetahuan lokal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkuat kelembagaan ekonomi dalam pengembangan produk herbal guna meningkatkan keberdayaan SAD. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) melalui tahapan sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, serta evaluasi keberlanjutan. Hasil menunjukkan bahwa penguatan kelembagaan berbasis potensi lokal efektif mendorong pemanfaatan tanaman herbal menjadi aktivitas ekonomi produktif, serta meningkatkan keterampilan, pendapatan, dan organisasi usaha. Namun, keberlanjutan program masih memerlukan dukungan pada aspek pemasaran, legalitas produk, dan manajemen usaha agar kelompok dapat berkembang mandiri dan berdaya saing.
Copyrights © 2025