Student engagement merupakan indikator penting dalam menilai efektivitas pembelajaran berbasis kompetensi karena mencerminkan keterlibatan kognitif, emosional, dan perilaku peserta didik. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh self-regulated learning terhadap student engagement melalui School Well-Being pada siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sampel 300 siswa aktif kelas X dan XI SMK Negeri 1 Tanjung Morawa. Analisis data dilakukan menggunakan Partial Least Square (PLS) dengan bantuan software SmartPLS 3.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-regulated learning berpengaruh signifikan terhadap student engagement (p < 0,05; t > 1,96) dengan kontribusi sebesar 8,3%. Self-regulated learning juga berpengaruh signifikan terhadap school well-being dengan kontribusi sebesar 15,6%. Selanjutnya, school well-being memiliki pengaruh yang sangat kuat terhadap student engagement dengan kontribusi sebesar 86%. Pengujian mediasi menunjukkan bahwa school well-being berperan sebagai variabel mediasi dalam hubungan self-regulated learning terhadap student engagement dengan pengaruh tidak langsung sebesar 13,4%, lebih besar dibandingkan pengaruh langsung sebesar 8,3%. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan student engagement tidak hanya dipengaruhi oleh kemampuan regulasi diri siswa, tetapi juga oleh tingkat kesejahteraan mereka di lingkungan sekolah. Oleh karena itu, penguatan self-regulated learning dan penciptaan school well-being yang positif menjadi strategi penting dalam meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran.
Copyrights © 2026