Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya kapasitas pelaku seni pertunjukan dalam melakukan dokumentasi karya secara sistematis, padahal dokumentasi memiliki peran strategis dalam pelestarian, transmisi pengetahuan, dan penguatan identitas budaya. Studi ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan pelatihan dokumentasi sebagai strategi penguatan kapasitas pelaku seni pertunjukan di Sanggar Pelangi Mataram. Metode yang digunakan adalah pelatihan partisipatif berbasis praktik yang dilaksanakan melalui tahapan identifikasi kebutuhan, penyampaian materi, demonstrasi teknik dokumentasi, praktik langsung, serta evaluasi reflektif. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, dokumentasi kegiatan, dan umpan balik peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap fungsi dokumentasi sebagai bagian dari arsip budaya, peningkatan keterampilan teknis dalam pengambilan dan pengelolaan dokumentasi audiovisual, serta tumbuhnya kesadaran kolektif akan pentingnya dokumentasi dalam menjaga keberlanjutan praktik seni pertunjukan. Temuan ini menegaskan bahwa pelatihan dokumentasi tidak hanya berkontribusi pada peningkatan keterampilan individual, tetapi juga berfungsi sebagai strategi penguatan kapasitas komunitas seni dalam membangun sistem pengetahuan dan memori kolektif berbasis praktik. Dengan demikian, dokumentasi dapat diposisikan sebagai instrumen kunci dalam mendukung keberlanjutan warisan budaya takbenda di tingkat komunitas.
Copyrights © 2025