Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan Dokumentasi sebagai Strategi Penguatan Kapasitas Pelaku Seni Pertunjukan di Sanggar Pelangi Mataram Galih Suryadmaja; Fikhan Ghazali; Azril Irzam
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat IPTEKS Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat IPTEKS, Desember 2025
Publisher : CV. Global Cendekia Inti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71094/jppmi.v3i1.153

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya kapasitas pelaku seni pertunjukan dalam melakukan dokumentasi karya secara sistematis, padahal dokumentasi memiliki peran strategis dalam pelestarian, transmisi pengetahuan, dan penguatan identitas budaya. Studi ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan pelatihan dokumentasi sebagai strategi penguatan kapasitas pelaku seni pertunjukan di Sanggar Pelangi Mataram. Metode yang digunakan adalah pelatihan partisipatif berbasis praktik yang dilaksanakan melalui tahapan identifikasi kebutuhan, penyampaian materi, demonstrasi teknik dokumentasi, praktik langsung, serta evaluasi reflektif. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, dokumentasi kegiatan, dan umpan balik peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap fungsi dokumentasi sebagai bagian dari arsip budaya, peningkatan keterampilan teknis dalam pengambilan dan pengelolaan dokumentasi audiovisual, serta tumbuhnya kesadaran kolektif akan pentingnya dokumentasi dalam menjaga keberlanjutan praktik seni pertunjukan. Temuan ini menegaskan bahwa pelatihan dokumentasi tidak hanya berkontribusi pada peningkatan keterampilan individual, tetapi juga berfungsi sebagai strategi penguatan kapasitas komunitas seni dalam membangun sistem pengetahuan dan memori kolektif berbasis praktik. Dengan demikian, dokumentasi dapat diposisikan sebagai instrumen kunci dalam mendukung keberlanjutan warisan budaya takbenda di tingkat komunitas.
Revitalisasi Ritual Pakon melalui Program Edukasi dan Dokumentasi Budaya Berbasis Masyarakat Mohamad Yudisa Putrajip; Daffa Satya Jaya Buana; Lalu Yayan Ardiansyah; Azril Irzam; Dedy Sofian Mz
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat IPTEKS Vol. 3 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat IPTEKS, Maret 2026
Publisher : CV. Global Cendekia Inti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71094/jppmi.v3i2.175

Abstract

: The Pakon ritual, part of the Sasak community tradition in Lombok, holds strong social, spiritual, and cultural meaning that helps preserve local identity. Today, rapid social change, the spread of technology, and shifting priorities among younger generations have made the ritual less commonly practiced. This study explores ways to bring Pakon back into everyday life through community-based education and cultural documentation. Using a descriptive qualitative approach, data were gathered through participatory observation, in-depth interviews, and documentation. The findings show that revitalization works best when local communities take an active role. Educational programs within the community help pass down knowledge from older to younger generations, keeping the tradition alive in a natural way. At the same time, digital documentation creates lasting records, allowing the ritual to be preserved and shared more widely. When these two approaches come together, they do more than just protect the ritual. They also strengthen the sense of cultural identity, helping the Sasak community stay connected to its roots even as the world around them continues to change.