Permasalahan gizi menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting nasional tercatat sebesar 21,5%, sedangkan di Provinsi Jawa Barat berhasil menurun menjadi 15,9%. Desa Rawa Panjang yang merupakan wilayah dari Puskesmas Bojonggede menjadi fokus program kerja yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan gizi masyarakat serta keterampilan kader posyandu. Kegiatan meliputi edukasi gizi berbasis media sosial Instagram dan saluran komunitas WhatsApp pada 30 responden serta penyuluhan pengukuran antropometri bagi kader posyandu. Jenis kegiatan menggunakan metode presentasi yang diawali dengan pemberian soal pretest untuk program kerja pelatihan pengukuran antropometri dan diakhiri dengan postest, berbeda dengan edukasi gizi yang memiliki kurun waktu 14 hari dalam menyampaikan materi secara online dan ditutup dengan postetst. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan peningkatan skor pengetahuan dari rata-rata 84 10,7 pada pretest menjadi 95 5,9 pada posttest (p = 0,000; p < 0,05). Sementara itu, hasil evaluasi penyuluhan antropometri menunjukkan rata-rata nilai kuis 74,6 21,8 dengan sebagian besar responden memperoleh nilai > 70 dan nilai terbanyak 90. Kedua program ini terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan gizi serta pemahaman kader mengenai pengukuran antropometri.Kata Kunci : Antropometri, Edukasi Gizi, Media Sosial
Copyrights © 2025