Artikel ini mengkaji pemikiran Kim Knott tentang perspektif insider-outsider dalam studi agama dan implikasinya bagi metodologi studi Islam kontemporer. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan library research, menganalisis karya-karya primer Knott, khususnya "Insider/Outsider Perspectives" dan "Spatial Theory and Method for the Study of Religion". Hasil penelitian menunjukkan bahwa Knott menawarkan terobosan metodologis melalui empat tipologi peran peneliti: partisipan murni, pengamat murni, pengamat sebagai partisipan, dan partisipan sebagai pengamat, yang menggambarkan spektrum dinamis posisi peneliti. Konsep rapprochement yang dikembangkan Knott mengintegrasikan tiga dimensi—subjektif, objektif, dan intersubjektif—dalam triangulasi metodologis yang mengatasi dilema klasik antara subjektivitas dan objektivitas. Pendekatan emik-etik yang saling melengkapi menghasilkan pemahaman holistik tentang fenomena keagamaan. Dalam konteks studi Islam, pendekatan Knott membuka ruang bagi insider critique yang konstruktif, mengatasi dikotomi tidak produktif antara apologetika Muslim dan orientalisme Barat, serta memfasilitasi kolaborasi akademis yang lebih bermakna. Penelitian menyimpulkan bahwa pemikiran Knott memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan metodologi studi agama yang reflektif, kritis, dan dialogis, yang sangat relevan dengan kompleksitas realitas keagamaan di era globalisasi dan pluralisme.
Copyrights © 2026