Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengaruh Antara Kepemimpinan Kepala Sekolah, Kinerja Guru dan Layanan Administrasi Terhadap Efektivitas Pengelolaan Sekolah di MTs Yasti 1 Kabupaten Sukabumi Ida Farida; Endin Nasrudin; Siti Qomariyah; Yurna Bachtiar; Nadzifah Fiddiana
EDUKASIA: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 3 No. 3 (2022): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.224 KB) | DOI: 10.62775/edukasia.v3i3.114

Abstract

There are so many ineffective school managements. This is due to ineffective head leadership, poor teacher performance or less organized administrative services. Therefore, it is necessary to know the relationship between the principal's leadership, teacher performance and administrative services to the effectiveness of school management. This study aims to determine the relationship between principal leadership, teacher performance and administrative services to the effectiveness of school management. The sample of this study was 50 teachers. Sampling for principals and administrative employees using stratified random disproportionate techniques and sampling for teachers using purposive sampling techniques. This research uses quantitative methods with measuring instruments in the form of questionnaires. Data analysis was performed with a multivariate correlation test (double correlation). The results obtained in this study show a relationship between the principal's leadership, teacher performance, and administrative services to the effectiveness of schools in MTs. Yasti 1 Sukabumi District
KAJIAN ISLAM PROGRESIF DAN IJTIHAD PROGRESIF: MEMBACA GAGASAN ABDULLAH SAEED Yurna Bachtiar; Sihabudin; Siti Sarifah; Jenal Nurhakim; Aang Purnawirawan; Ikbal Fatardo
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 01 (2026): Volume 12 No. 01, Maret 2026 Release
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i01.11596

Abstract

This study examines the concept of Progressive Islam and Progressive Ijtihad through an analysis of Abdullah Saeed’s thought as a contemporary Muslim scholar. The main problem addressed in this research is how Islamic teachings can be interpreted contextually to respond to modern challenges while remaining faithful to the core values of the Qur’an. The purpose of this study is to explore Saeed’s framework of progressive ijtihad and its relevance for developing a dynamic and contextual understanding of Islam. This research employs a qualitative library research method, using primary sources from Abdullah Saeed’s works and secondary sources from relevant scholarly literature. The findings indicate that Abdullah Saeed proposes a contextualist approach to Islamic interpretation that emphasizes ethical values, human rights, and social justice, while considering historical context and contemporary realities. Progressive ijtihad, as conceptualized by Saeed, offers an alternative paradigm for Islamic thought that bridges traditional Islamic scholarship and modern societal needs. This approach contributes significantly to the development of Islamic studies by promoting flexibility, inclusivity, and relevance in interpreting Islamic teachings in the modern era.
Filsafat Ilmu Studi Islam Dalam Kajian Studi Agama Perspektif Insider/Outsider Dengan Membaca Gagasan Dari Kim Knott Yurna Bachtiar; Dudi Muharam; Amirulloh Amirulloh; Rhama Dian Putra
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.450

Abstract

 Artikel ini mengkaji pemikiran Kim Knott tentang perspektif insider-outsider dalam studi agama dan implikasinya bagi metodologi studi Islam kontemporer. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan library research, menganalisis karya-karya primer Knott, khususnya "Insider/Outsider Perspectives" dan "Spatial Theory and Method for the Study of Religion". Hasil penelitian menunjukkan bahwa Knott menawarkan terobosan metodologis melalui empat tipologi peran peneliti: partisipan murni, pengamat murni, pengamat sebagai partisipan, dan partisipan sebagai pengamat, yang menggambarkan spektrum dinamis posisi peneliti. Konsep rapprochement yang dikembangkan Knott mengintegrasikan tiga dimensi—subjektif, objektif, dan intersubjektif—dalam triangulasi metodologis yang mengatasi dilema klasik antara subjektivitas dan objektivitas. Pendekatan emik-etik yang saling melengkapi menghasilkan pemahaman holistik tentang fenomena keagamaan. Dalam konteks studi Islam, pendekatan Knott membuka ruang bagi insider critique yang konstruktif, mengatasi dikotomi tidak produktif antara apologetika Muslim dan orientalisme Barat, serta memfasilitasi kolaborasi akademis yang lebih bermakna. Penelitian menyimpulkan bahwa pemikiran Knott memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan metodologi studi agama yang reflektif, kritis, dan dialogis, yang sangat relevan dengan kompleksitas realitas keagamaan di era globalisasi dan pluralisme.
Filsafat Ilmu Studi Islam Dalam Kajian Studi Agama Perspektif Insider/Outsider Dengan Membaca Gagasan Dari Kim Knott Yurna Bachtiar; Dudi Muharam; Amirulloh Amirulloh; Rhama Dian Putra
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.450

Abstract

 Artikel ini mengkaji pemikiran Kim Knott tentang perspektif insider-outsider dalam studi agama dan implikasinya bagi metodologi studi Islam kontemporer. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan library research, menganalisis karya-karya primer Knott, khususnya "Insider/Outsider Perspectives" dan "Spatial Theory and Method for the Study of Religion". Hasil penelitian menunjukkan bahwa Knott menawarkan terobosan metodologis melalui empat tipologi peran peneliti: partisipan murni, pengamat murni, pengamat sebagai partisipan, dan partisipan sebagai pengamat, yang menggambarkan spektrum dinamis posisi peneliti. Konsep rapprochement yang dikembangkan Knott mengintegrasikan tiga dimensi—subjektif, objektif, dan intersubjektif—dalam triangulasi metodologis yang mengatasi dilema klasik antara subjektivitas dan objektivitas. Pendekatan emik-etik yang saling melengkapi menghasilkan pemahaman holistik tentang fenomena keagamaan. Dalam konteks studi Islam, pendekatan Knott membuka ruang bagi insider critique yang konstruktif, mengatasi dikotomi tidak produktif antara apologetika Muslim dan orientalisme Barat, serta memfasilitasi kolaborasi akademis yang lebih bermakna. Penelitian menyimpulkan bahwa pemikiran Knott memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan metodologi studi agama yang reflektif, kritis, dan dialogis, yang sangat relevan dengan kompleksitas realitas keagamaan di era globalisasi dan pluralisme.
KONTRIBUSI PEMIKIRAN PARA FILSUF MUSLIM TERHADAP PENDIDIKAN ISLAM Yurna Bachtiar; Moh. Jujun Sirojudin; Suhendi Mubarok Mubarok; Wahid Nurwaluyadin Sofyan; M. Arif Hidayat
Journal of Islamic Religious Education Vol. 2 No. 1 (2025): November
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/joire.v2i1.3529

Abstract

Artikel ini membahas peran para filsuf Muslim klasik seperti Al-Ghazali, Ibn Sina, dan Ibn Khaldun dalam membangun dasar pendidikan Islam. Pembahasan difokuskan pada pentingnya keseimbangan antara aspek intelektual, spiritual, dan moral dalam proses pendidikan. Penelitian ini menegaskan bahwa gagasan pendidikan para filsuf Muslim tidak hanya bersifat keagamaan, tetapi juga rasional, berbasis pengalaman, dan memiliki pandangan ke depan. Melalui analisis filosofis dan historis, artikel ini menunjukkan bahwa pemikiran mereka masih relevan untuk menjawab berbagai persoalan pendidikan modern yang cenderung menitikberatkan aspek materi dan mengabaikan nilai kemanusiaan. Kajian ini didasarkan pada pandangan bahwa masalah utama pendidikan saat ini bukan hanya terletak pada metode atau sistem pembelajaran, tetapi pada hilangnya tujuan dan makna pendidikan itu sendiri. Oleh sebab itu, pemikiran para filsuf Muslim klasik dikaji sebagai rujukan penting dalam menawarkan konsep pendidikan yang lebih utuh dan berorientasi pada pembentukan manusia secara menyeluruh. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan pendekatan filosofis dan historis terhadap karya-karya utama para tokoh, sehingga dapat menggali dasar pemikiran pendidikan Islam secara lebih mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan menurut para filsuf Muslim bukan sekadar proses penyampaian ilmu pengetahuan, tetapi merupakan proses pembinaan akal, penyucian jiwa, dan pembentukan akhlak. Temuan ini menegaskan bahwa prinsip pendidikan Islam klasik masih sangat relevan untuk menjawab tantangan pendidikan masa kini, terutama dalam menghadapi kecenderungan sekularisasi, penggunaan ilmu secara sempit, dan berkurangnya perhatian terhadap nilai etika dan spiritual.