Revolusi Industri 4.0 membawa transformasi signifikan pada dunia kerja, yang pada gilirannya menuntut adaptasi dalam sistem pendidikan vokasi. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi tantangan pedagogis yang dihadapi pendidikan vokasi di era ini dan menganalisis relevansi teori teknologi pendidikan (EdTech) dalam meresponsnya. Melalui tinjauan pustaka sistematis dan analisis konseptual, penelitian ini mengidentifikasi tantangan kunci seperti kebutuhan rapid re-skilling, penyelesaian masalah kompleks, kolaborasi manusia-mesin, literasi data, dan pembelajaran mandiri. Hasil analisis menunjukkan bahwa teori EdTech tradisional seperti Behaviorisme, Kognitivisme, dan Konstruktivisme masih relevan namun tidak memadai jika diterapkan secara tunggal untuk menjawab seluruh kompleksitas tantangan tersebut. Sebaliknya, teori yang lebih baru seperti Konektivisme dan Heutagogy menawarkan pendekatan yang lebih sesuai untuk mendukung pembelajaran seumur hidup dan otonomi siswa. Sebagai novelty, artikel ini mengusulkan sebuah kerangka teoretis hibrid yang mengintegrasikan prinsip-prinsip dari teori lama dan baru untuk menciptakan pendekatan pedagogis yang lebih komprehensif dan adaptif. Implikasinya menekankan pergeseran peran guru menjadi fasilitator dan pentingnya landasan teori yang kuat dalam adopsi teknologi untuk memastikan efektivitas pembelajaran dan kesiapan kerja lulusan vokasi di tengah dinamika Industri 4.0
Copyrights © 2023