Sebagai limbah; kaleng bekas sangat sulit terdegradasi, proses biologi juga tidak mampu menguraikannya ke lingkungan. Keadaan tersebut menginspirasi pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini berfokus pada upaya memanfaatkan limbah kaleng ini sebagai penjernih air. Kaleng yang terbuang dan tidak terurai di lingkungan merupakan salah satu jenis perusak ekosistem secara perlahan. Apabila sudah menjadi sampah, perlu waktu sekitar 80-200 tahun guna menguraikan kaleng bekas. Di sisi lain kaleng ini mengandung kadar aluminium 1,60 % sampai 15,80% dalam setiap 1 gram kaleng. Adanya aluminium dalam kaleng bekas ini sangat berpotensi untuk diolah menjadi bahan penjernih air yakni sebagai bahan koagulan. Hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Tim Pengabdi menunjukkan bahwa dengan penambahan aluminium hasil sintesis dari kaleng bekas pada air limbah rumah tangga sebesar 0,5 gram, mampu mengurangi kadar kekeruhan hingga 59% dan pada saat penambahan aluminium sebanyak 1 gram, maka tingkat kekeruhan akan mengalami penurunan sebesar 68%. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang telah dilakukan mampu memberikan dampak positif penjernihan air. Koagulan Aluminium yang diperoleh dari proses ekstraksi Limbah Kaleng Bekas mampu menjernihkan air limbah rumah tangga di kawasan Keputih menuju Kampung Sehat Cerdas Lingkungan.
Copyrights © 2024