Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi mendorong munculnya digipreneurship sebagai pendekatan kewirausahaan inovatif yang berfokus pada pemanfaatan teknologi digital. Dalam konteks Revolusi Industri 5.0, integrasi manusia, teknologi, dan mesin semakin penting untuk meningkatkan daya saing bisnis. Digipreneurship memerlukan kreativitas dalam mengidentifikasi pasar niche, mengembangkan ide bisnis, serta menerapkan strategi pemasaran digital melalui platform yang relevan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing UMKM Bubuk Cabai "BukBe" di Kabupaten Bondowoso melalui pelatihan dan pendampingan berbasis digipreneurship. Tantangan utama yang dihadapi mitra mencakup keterbatasan dalam pemasaran digital, desain kemasan yang kurang menarik, dan minimnya pemanfaatan teknologi dalam strategi pemasaran. Program ini dilaksanakan selama empat bulan menggunakan metode Survei dan Analisis Kebutuhan, pelatihan digital marketing, pendampingan pembuatan konten pemasaran, serta implementasi strategi pemasaran digital melalui Instagram dan marketplace. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan mitra dalam menyusun rencana pemasaran digital, memperbarui desain produk, dan memanfaatkan teknologi untuk memperluas pasar.Sebagai hasilnya, program ini berhasil meningkatkan kemampuan mitra dalam bersaing di dunia bisnis sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal di Bondowoso. Program ini diharapkan dapat menjadi inspirasi atau acuan bagi pengembangan UMKM lainnya dalam mempercepat proses transformasi digital guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan
Copyrights © 2024