Perkembangan teknologi digital yang pesat di Indonesia telah membawa dampak signifikan terhadap kehidupan keluarga, termasuk dalam hal pendidikan iman anak. Media sosial, yang kini menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian anak-anak, memberikan pengaruh yang bersifat ganda: di satu sisi membuka peluang untuk pertumbuhan spiritual, namun di sisi lain dapat menjadi hambatan bagi perkembangan iman. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis peran keluarga Katolik, terutama orang tua, dalam menumbuhkan iman anak di era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka dengan merujuk pada literatur akademik, dokumen Gereja Katolik, serta hasil penelitian yang relevan. Temuan kajian ini menunjukkan bahwa orang tua memiliki tanggung jawab utama sebagai pendidik iman pertama dalam keluarga dan perlu hadir secara aktif dalam kehidupan digital anak, baik sebagai teladan maupun sebagai pendamping rohani. Beberapa pendekatan yang dianjurkan mencakup literasi digital berlandaskan nilai-nilai iman, pembiasaan doa, pemanfaatan media sosial secara positif, serta keterlibatan dalam aktivitas rohani baik secara daring maupun luring. Kajian ini menekankan pentingnya pembaruan pendekatan pastoral dalam keluarga Katolik agar tetap relevan dan kontekstual dalam menjawab tantangan zaman. Diharapkan, hasil kajian ini dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan strategi pendidikan iman dalam keluarga Katolik di Indonesia serta menjadi rujukan untuk penelitian lanjutan.
Copyrights © 2025