Community-Acquired Pneumonia (CAP) merupakan penyakit dengan angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi, terutama pada lansia dan individu dengan komorbiditas. Penelitian ini bertujuan untuk secara sistematis mengkaji pengaruh penggunaan PPIs terhadap risiko CAP berdasarkan bukti-bukti terkini dari literatur ilmiah. Metode: Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan strategi penelusuran sistematis melalui database PubMed, Science Direct, dan Web of Science pada rentang waktu 2015-2025. Kata kunci yang digunakan meliputi "Proton Pump Inhibitors," "Community Acquired Pneumonia," "risk," dan "adverse effects" dengan kombinasi Boolean AND/OR. Kriteria inklusi meliputi studi acak terkontrol plasebo, studi kohort, dan studi kasus-kontrol yang mengevaluasi hubungan antara PPIs dan CAP pada pasien dewasa (usia >18 tahun). Berdasarkan analisis terhadap 15 studi yang memenuhi kriteria, ditemukan bahwa penggunaan PPIs secara signifikan meningkatkan risiko CAP, dengan risiko tertinggi terjadi pada 30 hari pertama terapi (RR 1.5-2.0). Mekanisme yang mendasari meliputi perubahan pH lambung, gangguan keseimbangan flora normal saluran cerna dan orofaring, serta peningkatan kolonisasi bakteri patogen. Risiko lebih tinggi pada populasi rentan seperti lansia (usia ≥65 tahun), pasien dengan penyakit jantung koroner, diabetes melitus, dan stroke. Terdapat hubungan yang signifikan antara penggunaan PPIs jangka panjang dengan peningkatan risiko CAP. Oleh karena itu, diperlukan ketelitian dalam peresepan PPIS dengan mempertimbangkan rasio manfaat-risiko, serta pembatasan penggunaan pada pasien dengan risiko rendah. Implikasi penelitian ini adalah perlunya pengembangan pedoman klinis yang lebih ketat untuk penggunaan PPIs, terutama pada populasi berisiko tinggi, serta perlunya penelitian lebih lanjut berupa uji klinis terkontrol untuk mengkonfirmasi hubungan kausal.
Copyrights © 2026