Regulasi emosi dan kemampuan kognitif merupakan dua aspek fundamental yang menentukan kualitas proses pembelajaran siswa. Namun, pendekatan konvensional yang berfokus pada transmisi pengetahuan sering kali mengabaikan dimensi neuropsikologis dalam pendidikan, sehingga siswa mengalami hambatan dalam mengelola emosi dan memproses informasi secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendekatan neuro-reflektif terhadap regulasi emosi dan kemampuan kognitif siswa pada jenjang pendidikan menengah. Metode yang digunakan adalah quasi-experimental dengan desain pretest-posttest control group, melibatkan 64 siswa yang dibagi secara proporsional ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Data dikumpulkan melalui skala regulasi emosi adaptasi Gross dan instrumen asesmen kognitif berbasis taksonomi Anderson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen yang mendapatkan intervensi neuro-reflektif memperlihatkan peningkatan signifikan pada skor regulasi emosi (p < 0,01) dan kemampuan kognitif tingkat tinggi (p < 0,05) dibandingkan kelompok kontrol. Temuan ini mengimplikasikan bahwa integrasi prinsip neurosains dalam strategi reflektif pembelajaran dapat menjadi alternatif inovatif untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara holistik.
Copyrights © 2026