Kehidupan sehari-hari masyarakat Melayu yang tinggal di Desa Pulau Aro, Kabupaten Kuantan Singingi, sering menggunakan bahasa kiasan. Dalam situasi sosial tertentu, bahasa kiasan sering digunakan untuk menyindir. Tulisan ini membahas tentang bentuk bahasa sindiran yang dituturkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Melayu Riau di Desa Pulau Aro. Adapun tujuan tulisan ini adalah untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan berbagai bentuk sindiran yang ditemukan dalam tuturan orang Melayu Riau di Desa Pulau Aro. Selain itu, penelitian ini bertujuan mendeskripsikan makna dan fungsi serta konteks penggunaan dari setiap bentuk sindiran yang ditemukan dalam interaksi sosial di masyarakat. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui teknik pengumpulan data wawancara tak terstruktur. Data penelitian berupa kata, frasa, dan kalimat yang mengandung bahasa sindiran. Hasil analisis data menunjukkan bahwa bahasa sindiran dalam tuturan masyarakat Melayu Riau di Desa Pulau Aro terdiri atas lima bentuk yaitu ironi, sinisme, sarkasme, satire, dan antifrasis, sedangkan bentuk innuendo tidak ditemukan dalam data. Setiap bentuk sindiran memiliki makna konotatif yang berbeda dan berfungsi sebagai sarana kritik sosial, teguran, nasihat, serta penilaian terhadap perilaku seseorang tanpa menyampaikan secara langsung.
Copyrights © 2026