Penelitian ini bertujuan untuk menilai kelayakan finansial secara komprehensif dan merumuskan strategi pengembangan usaha mikro kuliner, dengan studi kasus pada Warung Bakso Mas Ronggo di Medan. Pendekatan deskriptif kuantitatif dengan desain studi kasus digunakan. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan pemilik, dan dokumentasi, serta dilengkapi data sekunder dari BPS Medan dan literatur terkait. Analisis kelayakan finansial menggunakan Net Present Value (NPV), Profitability Index (PI), Payback Period (PP), dan Break-Even Point (BEP), sedangkan analisis strategis menggunakan SWOT. Hasil penelitian menunjukkan seluruh indikator finansial melampaui batas kelayakan: PI sebesar 2,39 (>1), Payback Period sekitar 5,02 bulan (<1 tahun), laba bersih bulanan Rp49.777.500, dan BEP sekitar Rp56.400.000 per bulan, jauh di bawah proyeksi pendapatan Rp139.500.000. Analisis SWOT mengungkap kekuatan strategis pada lokasi, harga, dan konsistensi produk. Disimpulkan bahwa Warung Bakso Mas Ronggo layak secara finansial dan layak dijalankan. Rekomendasi utama meliputi optimalisasi pemasaran digital melalui media sosial dan platform pesan-antar, penambahan variasi menu secara berkala, serta penerapan sistem manajemen keuangan digital yang terstruktur
Copyrights © 2026