Dusun Kalilanang, Desa Selodono, Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri memiliki potensi yang besar dalam produksi nanas. Namun, banyaknya nanas subgrade yang dihasilkan tidak memenuhi standar pasar, sehingga menimbulkan rendahnya harga jual. Pemanfaatan nanas subgrade menjadi keripik nanas menjadi solusi untuk meningkatkan nilai jual dan kesejahteraan petani. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada kelompok tani dalam memahami analisis kelayakan finansial usaha keripik nanas secara terukur, sehingga mampu melihat potensi keuntungan usaha. Program dilakukan melalui sosialisasi, pelatihan, serta simulasi langsung dengan pendekatan partisipatif. Analisis meliputi perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP), Break Even Point (BEP), Net Present Value (NPV), Payback Period (PP), dan Internal Rate of Return (IRR) dengan menggunakan data lokal dan template Excel yang mudah dipahami. Hasil analisis menunjukkan bahwa HPP berada pada tingkat yang efisien, BEP dapat dicapai pada kapasitas produksi yang realistis, serta NPV bernilai positif. Selain itu, PP menunjukkan periode pengembalian investasi yang relatif singkat dan IRR menunjukkan tingkat pengembalian internal berada di atas tingkat yang disyaratkan. Indikator-indikator tersebut menandakan bahwa usaha keripik nanas layak untuk dijalankan. Program pengabdian ini berhasil meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai analisis kelayakan finansial usaha dan menunjukkan bahwa pengolahan nanas subgrade menjadi keripik nanas layak dikembangkan sebagai usaha berkelanjutan dalam meningkatkan perekonomian masyarakat di Kabupaten Kediri.
Copyrights © 2026