Minyak jelantah (waste cooking oil) adalah limbah dari minyak nabati yang telah digunakan berulang kali untuk menggoreng, umumnya berasal dari aktivitas rumah tangga maupun industri kecil. Penggunaan minyak secara berulang dapat menurunkan kualitas minyak dan menghasilkan senyawa berbahaya, sehingga pembuangannya secara sembarangan berpotensi mencemari lingkungan dan merusak ekosistem tanah serta air. Salah satu solusi pengelolaan limbah tersebut adalah dengan menyaring minyak jelantah agar dapat dimanfaatkan kembali sebagai bahan baku pembuatan sabun ramah lingkungan. Penyaringan dilakukan untuk memisahkan kotoran dan partikel padat dengan prinsip kerja gaya sentrifugal. Kegiatan ini dilakukan di Desa Pace melalui penerapan mesin penyaring minyak berbasis sentrifugal dan pelatihan pembuatan sabun padat maupun cair. Mesin penyaring yang digunakan memiliki kapasitas 20 liter per siklus, berbahan stainless steel, dan dilengkapi motor 0,25 HP dengan kecepatan 1450 rpm. Hasil penyaringan menunjukkan perubahan warna minyak dari cokelat pekat menjadi kuning kecokelatan. Sabun yang dihasilkan dari minyak tersaring memiliki pH berkisar antara 9 hingga 10, sesuai standar aman untuk sabun rumah tangga. Teknologi ini terbukti efektif dalam mengolah limbah menjadi produk bernilai guna dan ramah lingkungan.
Copyrights © 2026