Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

A Analysis of Land Use on Water Quality in Merjosari Village, Lowokwaru Subdistrict, Malang City K, Maharani Pertiwi; Anshary, Muhammad Reza; Kartikaningsih, Hartati; Fadila, Rizki
Gema Lingkungan Kesehatan Vol. 23 No. 4 (2025): Gema Lingkungan Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gelinkes.v23i4.343

Abstract

Malang City faces several environmental challenges, including inadequate sanitation and water management, which have not been fully addressed across all aspects of life. This is not in line with the Sustainable Development Goals, which aim to ensure the availability and sustainable management of clean water and sanitation for all people. Malang City is also experiencing increasingly massive land use changes, from green open land to housing, which can impact clean water quality. This study aims to assess the quality of clean water from the non-Local Water Supply Utility in Merjosari Village, Lowokwaru Subdistrict, Malang City, which is undergoing land-use transformation. A quantitative observational approach was employed using the National Sanitation Foundation's Water Quality Index (NSF-WQI) method, which evaluates water quality based on physical, chemical, and biological parameters. The results showed that the water quality index in Merjosari Village, Lowokwaru District, Malang City, analyzed using the NSP-WQI method, has a value of 77.53 and falls within the good criteria. However, several parameter values exceed the clean water standard. The average value of the DO parameter, at 5.85 mg/,L is less than the quality standard of 6 mg/L. The average value of the BOD parameter, at 8.12 mg/,L exceeds the quality standard of 2 mg/L. The pH parameter at several sample points exceeds the quality standard of above 8.5, and the Nitrate Parameter at several sample points exceeds the quality standard of 20 mg/L. In conclusion, the land cover change in the Merjosari area, Lowokwaru District, Malang City, does not significantly affect the quality of clean water. However, the values of several water parameters exceed the clean water standard, which has the potential to impact public health negatively.
Diseminasi Teknologi Produksi Serta Nilai Tambah Limbah Minyak Goreng Untuk Peningkatan Produktivitas Masyarakat Di Desa Penyangga Meru Betiri, Kabupaten Jember K, Maharani Pertiwi; Mufidah, Elya; Mustaniroh, Siti Asmaul; Nuzula, Nila Firdausi; Shatara, Yodha Akhdan; Kartikasari, Kartikasari; Utami, Aisyah; Indriati, Fauziah Putri; Widyaputri, Aisyah Hana; Hekmatyar, M Ikmal Azam; Lim, Stevany Angelica; Annasywa, Qonita Yumna
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 11, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/japi.v11i1.7387

Abstract

Minyak jelantah (waste cooking oil) adalah limbah dari minyak nabati yang telah digunakan berulang kali untuk menggoreng, umumnya berasal dari aktivitas rumah tangga maupun industri kecil. Penggunaan minyak secara berulang dapat menurunkan kualitas minyak dan menghasilkan senyawa berbahaya, sehingga pembuangannya secara sembarangan berpotensi mencemari lingkungan dan merusak ekosistem tanah serta air. Salah satu solusi pengelolaan limbah tersebut adalah dengan menyaring minyak jelantah agar dapat dimanfaatkan kembali sebagai bahan baku pembuatan sabun ramah lingkungan. Penyaringan dilakukan untuk memisahkan kotoran dan partikel padat dengan prinsip kerja gaya sentrifugal. Kegiatan ini dilakukan di Desa Pace melalui penerapan mesin penyaring minyak berbasis sentrifugal dan pelatihan pembuatan sabun padat maupun cair. Mesin penyaring yang digunakan memiliki kapasitas 20 liter per siklus, berbahan stainless steel, dan dilengkapi motor 0,25 HP dengan kecepatan 1450 rpm. Hasil penyaringan menunjukkan perubahan warna minyak dari cokelat pekat menjadi kuning kecokelatan. Sabun yang dihasilkan dari minyak tersaring memiliki pH berkisar antara 9 hingga 10, sesuai standar aman untuk sabun rumah tangga. Teknologi ini terbukti efektif dalam mengolah limbah menjadi produk bernilai guna dan ramah lingkungan.