Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pembelajaran berdiferensiasi pada peserta didik tunanetra di SLB A YAPTI Makassar, dengan fokus pada modifikasi kurikulum, strategi pembelajaran, serta metode evaluasi yang digunakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Subjek penelitian dipilih secara purposive, yaitu guru yang terlibat langsung dalam proses pembelajaran. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi diterapkan melalui adaptasi kurikulum nasional dengan menekankan pada aksesibilitas bagi siswa tunanetra. Modifikasi dilakukan terutama pada penggunaan media pembelajaran yang beralih dari visual ke media taktil dan auditif, seperti realia dan pengalaman langsung. Selain itu, diferensiasi juga diterapkan dalam proses pembelajaran melalui pendekatan individual, khususnya dalam penyesuaian jumlah tugas dan durasi belajar sesuai dengan kemampuan siswa. Evaluasi pembelajaran lebih menekankan pada penilaian autentik melalui pemahaman lisan dibandingkan tes tertulis. Meskipun demikian, terdapat kendala dalam penerapan pembelajaran berdiferensiasi, terutama dalam menyampaikan konsep abstrak seperti matematika serta keterbatasan kosakata siswa. Oleh karena itu, keberhasilan pembelajaran berdiferensiasi sangat bergantung pada kreativitas guru dalam mengembangkan media taktil dan strategi linguistik yang mampu menjembatani keterbatasan sensorik siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan berdiferensiasi menjadi kebutuhan esensial dalam pendidikan tunanetra untuk menciptakan pembelajaran yang inklusif dan bermakna.
Copyrights © 2026