Moderasi beragama dalam pendidikan Islam muncul sebagai strategi mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (pendidikan berkualitas), SDG 10 (pengurangan ketimpangan), dan SDG 16 (perdamaian dan keadilan). Di tengah tantangan global ekstremisme dan konflik sosial, penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana empat pilar moderasi—toleransi, nasionalisme, anti-kekerasan, dan akomodasi budaya—diintegrasikan ke kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk memajukan pembangunan berkelanjutan. Menggunakan metode library research kualitatif, data dikumpul secara sistematis dari jurnal terkini (2021-2026), kebijakan Kemenag, dan laporan PBB, dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil menunjukkan kurikulum PAI moderat efektif membentuk karakter inklusif siswa, mengurangi intoleransi di sekolah, serta selaras dengan target keberlanjutan global. Strategi implementasi seperti pembelajaran berbasis proyek dan modul digital memposisikan pendidikan Islam Indonesia sebagai model harmoni global. Saran mencakup kebijakan nasional wajib dan kolaborasi internasional.
Copyrights © 2026