Kurangnya integrasi antara keterampilan teknis praktis dengan pengembangan kreativitas, sering kali menyebabkan hasil karya siswa menjadi monoton dan kurang inovatif. Padahal, penguasaan psikomotorik yang matang merupakan kunci utama bagi siswa untuk mengeksplorasi media baru secara berani dan terstruktur. Penelitian bertujuan untuk menganalisis hasil penilaian psikomotorik dalam meningkatkan kreativitas siswa. Di mana penelitian ini juga bertujuan untuk melihat pentingnya penguasaan keterampilan teknis (psikomotorik) sebagai fondasi dalam mengembangkan inovasi dan karya seni kreatif berbasis sekolah, khususnya pada materi ecoprint. Penelitian dilakukan pada 92 siswa kelas VII jenjang Sekolah Menengah Pertama, yang ditentukan dengan teknik total sampling. Adapun penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Teknik pengolahan data dilakukan dengan mengonversi skor mentah menjadi nilai standar menggunakan rumus Skor Akhir Siswa, yaitu membandingkan Skor Perolehan (jumlah poin yang didapat siswa berdasarkan indikator) dengan Skor Maksimal (total poin tertinggi yang mungkin dicapai). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penilaian hasil belajar siswa pada ranah psikomotorik mendapatkan skor rata-rata siswa kelas VII A memperoleh rata-rata 3,86 dan presentase 96,45%; kelas VII B memperoleh rata-rata 3,91 dan presentase 97,81%; serta kelas VII C memperoleh rata-rata 3,72 dan presentase 92,93%. Berdasarkan perolehan skor akhir siswa dapat dikategorikan “Sangat Baik atau Sangat Terampil”. Penilaian psikomotorik yang terukur melalui skor akhir terbukti efektif dalam meningkatkan kreativitas siswa secara sangat baik dalam pembelajaran seni rupa, serta dengan adanya materi ecoprint dapat digunakan sebagai pengembangan inovasi dan potensi kreatif siswa dalam berkarya seni. Penelitian dapat dilanjutkan dengan mengkaji aspek kewirausahaan (ecopreneurship) guna melihat dampak jangka panjang dari penguasaan keterampilan kreatif terhadap kemandirian ekonomi siswa.
Copyrights © 2026