Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya perencanaan Evaluasi Diri Sekolah (EDS) yang adaptif dan berkelanjutan dalam upaya peningkatan mutu pendidikan, serta masih ditemukannya perencanaan yang bersifat kaku dan kurang responsif terhadap kondisi nyata sekolah. Selain itu, belum optimalnya pemanfaatan hasil evaluasi sebelumnya menjadi dasar perencanaan menjadi tantangan tersendiri bagi sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model inkremental dalam perencanaan Evaluasi Diri Sekolah (EDS) di SDN Telaga Biru 1 Banjarmasin. Penelitian ini mengkaji bagaimana proses perencanaan dilaksanakan secara bertahap dan berkelanjutan dengan mempertimbangkan kondisi aktual sekolah serta hasil evaluasi sebelumnya. Model inkremental dipahami sebagai pendekatan perencanaan yang menekankan pada penyesuaian kecil, realistis, dan terukur sesuai dengan kebutuhan serta kapasitas sekolah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan kepala sekolah dan tim pengembang sekolah, observasi terhadap proses penyusunan EDS, serta analisis dokumen perencanaan dan laporan evaluasi sekolah. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model inkremental dalam perencanaan EDS dilakukan secara bertahap berdasarkan kebutuhan prioritas serta ketersediaan sumber daya sekolah. Partisipasi guru melalui forum diskusi turut mendukung pengambilan keputusan yang lebih kontekstual dan implementasi program yang lebih efektif, sekaligus memperkuat budaya refleksi di lingkungan sekolah. Namun demikian, masih terdapat tantangan dalam konsistensi monitoring dan evaluasi tindak lanjut program. Oleh karena itu, model inkremental dinilai relevan dalam perencanaan EDS karena mendukung proses peningkatan mutu sekolah secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026