Guru sekolah dasar memegang peran krusial dalam mengonstruksi literasi toleransi dan multikulturalisme, khususnya pada institusi pendidikan berbasis agama seperti Sekolah Islam Terpadu (SIT) yang cenderung memiliki ekosistem sosial homogen. Homogenitas ini membatasi eksposur siswa terhadap keberagaman, sehingga diperlukan pendekatan pedagogis inovatif untuk membuka ruang pengalaman multikultural. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan di sebuah SDIT di wilayah Depok dengan fokus pada dua aspek utama: 1) internalisasi konsep literasi multikultural melalui kerangka kerja “mirror, windows, and sliding glass doors”, dan 2) pelatihan interactive storytelling berbasis aplikasi Twine dan Inklewriter untuk memperkaya metode penyampaian materi keberagaman. Dua karya sastra, yaitu My Garden over Gaza dan Cap Go Meh, digunakan sebagai instrumen utama. My Garden over Gaza menyajikan narasi keadilan, resiliensi, dan harapan melalui simbolisme merawat alam, sementara buku Cap Go Meh mengusung tema kesetaraan dan harmoni antara kelompok minoritas dan mayoritas melalui representasi kuliner lokal. Melalui metode lokakarya dan Focus Group Discussion (FGD), guru dilatih untuk mengolah teks secara kritis dan memproduksi materi ajar interaktif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman literasi multikultural serta keterampilan teknis guru dalam menyusun materi ajar berbasis interactive storytelling.
Copyrights © 2026