Peningkatan jumlah lansia berdampak pada meningkatnya permasalahan kesehatan, termasuk kesehatan mental seperti kecemasan. Aktivitas fisik diketahui memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan fisik dan psikologis lansia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara aktivitas fisik dengan tingkat kecemasan pada lansia di Posyandu Lansia Harapan Bunda Jakarta. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 109 lansia yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen Physical Activity Scale for the Elderly (PASE) untuk mengukur aktivitas fisik dan Geriatric Anxiety Scale (GAS) untuk mengukur tingkat kecemasan. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman’s rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki aktivitas fisik rendah dan tingkat kecemasan tinggi. Terdapat hubungan yang bermakna antara aktivitas fisik dan tingkat kecemasan dengan nilai p = 0,01 (p < 0,05) dan koefisien korelasi r = -0,481 yang menunjukkan hubungan negatif dengan kekuatan sedang. Hal ini berarti semakin rendah aktivitas fisik maka semakin tinggi tingkat kecemasan pada lansia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa aktivitas fisik memiliki peran penting dalam menurunkan tingkat kecemasan pada lansia, sehingga diperlukan upaya peningkatan aktivitas fisik melalui program berbasis komunitas sebagai langkah promotif dan preventif dalam meningkatkan kualitas hidup lansia.
Copyrights © 2026