Abstract: The learning paradigm should be understood early on by a lecturer, teacher, student or student. This is to make it easier for each learning style and can apply the teaching style as well. This study aims to identify the learning/teaching styles of each learner. The research method used in this research is descriptive qualitative research. Qualitative research is research that produces descriptive data in the form of written or spoken words from people and observable behavior. Descriptive qualitative research is a methodology in examining the status of a group of people, an object, a set of conditions, a system of thought or a class of events in the present.The research was carried out at STT IKSM Santosa Asih Jakarta, on Monday, October 10 2022. The resource persons in this study were 56 students from the Odd Semester T.A. 2022/2023. Then the learning styles (gaya belajar) of 56 students were identified, as follows: Students of STT IKSM Santosa Asih Jakarta were studied, then there were 17% (as many as 9 people) with a "dynamic" learning style and as much as 10% (5 people) with a learning style teaching "analytical" as well as 10% (5 people) with an "imaginative" learning style. As well as 63% (32 people) for a learning style that is "common sense." Abstrak: Paradigma belajar seharusnya dipahami sejak dini oleh seorang dosen, guru, mahasiswa ataupun siswa. Hal ini untuk mempermudah bagaimana gaya belajarnya masing- masing serta dapat menerapkan gaya mengajarnya pula. Penelitian ini, bertujuan untuk mengidentifikasikan gaya belajar/ mengajar setiap pembelajar. Metode penelitian yang dilakukan dalam riset ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian kualitatif sebagai penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang- orang dan perilaku yang dapat diamati. Penelitian kualitatif deskriptif merupakan suatu metodologi dalam meneliti status sekelompok manusia, suatu obyek, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran atau suatu kelas peristiwa pada masa sekarang.Penelitian dilaksanakan di STT IKSM Santosa Asih Jakarta, pada hari Senin, 10 Oktober 2022. Nara Sumber dalam penelitian ini adalah mahasiswa sebanyak 56 orang dari Semester Ganjil T.A. 2022/2023. Selanjut didentifikasi gaya belajar (learning style) mahasiswa dari 56 orang, sebagai berikut: Mahasiswa STT IKSM Santosa Asih Jakarta yang diteliti, maka ada 17 % (sebanyak 9 orang) dengan gaya belajar “dinamis” dan sebanyak 10% (5 orang) dengan gaya mengajar “analitis” serta 10% (5 orang) dengan gaya belajar “imajinatif.” Serta 63% (32 orang) untuk gaya belajar yang “akal sehat.”
Copyrights © 2024