Transisi dari PAUD ke SD merupakan fase krusial yang dapat menimbulkan kecemasan pada anak akibat perbedaan paradigma belajar. Artikel best practice ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis implementasi program "Layanan Orientasi Ceria" sebagai solusi inovatif untuk memfasilitasi transisi yang mulus. Maksud dari artikel ini adalah menyajikan sebuah model praktik baik yang teruji dan dapat direplikasi oleh sekolah lain. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan triangulasi data melalui observasi, wawancara, dan angket terhadap 30 siswa kelas 1, orang tua, guru, dan kepala sekolah di SDN Karangtengah 01. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan holistik yang mengintegrasikan tiga pilar; pra-orientasi psikologis, orientasi berbasis permainan, dan kemitraan proaktif dengan orang tua secara signifikan berhasil mengurangi kecemasan siswa, meningkatkan kesiapan sosial-emosional, dan membangun fondasi belajar yang kokoh. Disimpulkan bahwa "Layanan Orientasi Ceria" efektif dalam mengubah rasa gugup menjadi antusiasme dan kemandirian, membuktikan bahwa investasi pada kesejahteraan emosional di masa transisi adalah landasan esensial bagi perkembangan anak.
Copyrights © 2025