cover
Contact Name
I Putu Widyanto
Contact Email
putuwidyanto@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
putuwidyanto@gmail.com
Editorial Address
Jl. G.Obos X Pasca Sarjana Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangkaraya
Location
Kota palangkaraya,
Kalimantan tengah
INDONESIA
Satya Sastraharing: Jurnal Manajemen
Core Subject : Science, Education,
Satya Sastraharing : Jurnal Manajemen adalah jurnal akses terbuka peer-review dan kebijakan ganda. Jurnal ini diterbitkan dua kali Bulan Juni dan Desember. Jurnal di bidang Manajemen Pendidikan Agama Hindu, Manajemen Pendidikan, Manajemen Kepemimpinan, Manajemen Sumber Daya Manusia.
Articles 90 Documents
Mengurai Sasaran Pendidikan Dalam Keluarga Orang Dayak Ngaju sihung 1
Satya Sastraharing : Jurnal Manajemen Vol 3 No 01 (2019): Satya Sastraharing: Jurnal Manajemen
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan (pendidikan informal, formal dan non formal) adalah semua penting, bahkan empat tempat berguru menurut pandangan Hindu disebut catur guru yang terdiri dari ;guru Swdiyaya yaitu Ida Sang Hyang Widhi Wasa, guru pengajian adalah guru yang mengajar disekolah, guru Wisesa yaitu seorang figur lingkungan pemeritntah-pengatur kekuasaan atau pemimpin dan guru rupaka yakni orang tua dirumah. Sasaran ketiga lingkungan pendidikan mengupayakan/membantu anak agar mampu membantu dirinya dalam mengisi hidup masa depannya. Anak-anak orang Dayak sejak jaman dulu mulai dirumah tangga diajarkan sikap-sikap, perilaku, sopan santun dan ketrampilan dan inplikasinya anak-anak patuh pada perintah orang tua. Jaman sekarang terjadi pergeseran, orang tua bekerja banting tulang demi pemenuhan kebutuhan keluarga dan anak-anaknya diberikan kebebasan berguru seluas mungkin atau bersekolah, anak-anak diberi kebebasan untuk bermain, mengurus dirinya sendiri dengan harapan untuk tetap semangat sekolah. Penelitian ini ingin mengetahui tentang system pendidikan pada keluarga orang Dayak tentang pembentukan kepribadian dan ketrampilan pada anak dalam keluarga. Agar terwujudnya tujuan pendidikan yaitu menjadikan anak/generasi yang pintar hayak harati (pintar dan cerdas) dan hidup yang lebih baik. Kata Kunci: mengurai sasaran pendidikan, anak laki-laki, anak perempuan
MANAJEMEN PENDIDIKAN ANAK DALAM AJARAN HINDU KAHARINGAN DI KALIMANTAN TENGAH ayu juniarthi
Satya Sastraharing : Jurnal Manajemen Vol 3 No 01 (2019): Satya Sastraharing: Jurnal Manajemen
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract In the era of globalization, management of education is a factor that really needs attention from various parties in order to improve the quality of education. Management of Education for children is an effort as a form of parental, community, and government responsibility, which starts from the smallest scope, namely the family environment. Management of Education for children is closely related to figures who have a central role, namely parents (father and mother) as educators who are first, foremost for children and close to children. Hindu Kaharingan teachings have their own concepts related to the management of children's education which are important given early on so that children can grow up to have good character and character. Keywords: Management of Education for children, Hindu Kaharingan, Panaturan
MANAJEMEN KOMUNIKASI MEDIA PEMBELAJARAN ERA DIGITAL ayu wilantari
Satya Sastraharing : Jurnal Manajemen Vol 3 No 01 (2019): Satya Sastraharing: Jurnal Manajemen
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstraksi Manajemen komunikasi adalah proses pengelolaan sumber daya komunikasi yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas dan efektivitas pertukaran pesan yang terjadi dalam berbagai konteks komunikasi. Konteks komunikasi yang dimaksud disini berarti tataran komunikasi individual, interpersonal, organisasional, governmental, sosial, atau bahkan internasional. Dampak positif media pembelajaran era digital sebagai efisiensi manajemen komunikasi kemajuan teknologi, menyediakan banyak permainan-permainan kreatif dan menantang yang ternyata banyak disukai oleh anak-anak. Kehadiran teknologi digital memang banyak memberikan manfaat serta dapat mengefisienkan manajemen komunikasi karena pekerjaan bisa dilakukan dengan mudah dan informasi menjadi lebih cepat diakses dengan internet. Akan tetapi dibalik itu semua, ada sejuta ancaman yang mengintai, khususnya pada generasi 4.0 Mereka sampai rela menghabiskan sebagian besar waktunya bersama gadget dibandingkan dengan bermain di lingkungannya. Sungguh sebuah kenyataan yang memilukan, gadget telah menjadi kehidupan baru untuk mereka. Dampak negatif dan efek samping dari pemakaian teknologi digital dapat berupa menurunnya prestasi belajar karena penggunaan yang berlebihan, membatasi aktivitas fisik yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang anak, perkembangan keterampilan sosial dan bahasa anak yang terhambat karena sudah dikenalkan dengan gadget dini (terutama usia di bawah 2 tahun), perkembangan otak tidak maksimal karena stimulasi perkembangan tidak seimbang, masalah kesehatan mata (seharusnya screen time dibatasi maksimal 2 jam per hari), masalah konsentrasi (sebentar-bentar melihat dan mengecek gadget), masalah tidur, jumlah waktu tidur, dan kualitas tidur yang kurang (akibat isi dari tontonan), tidak ada privacy, memungkinkan pengambilan data pribadi, predator anak, cyber bullying, dan lainnya, masalah pornografi, kekerasan, atau penanaman nilai negatif. Kata Kunci : Manajemen komunikasi, Media pembelajaran dan Era digital.
Kurikulum Humanistik Dalam Mencari Jati Diri Anak Didik desak ketut
Satya Sastraharing : Jurnal Manajemen Vol 3 No 01 (2019): Satya Sastraharing: Jurnal Manajemen
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pembelajaran tidak harus diartikan sebagai mata pelajaran yang harus dituangkan, tetapi sesuatu yang lebih berarti bagi kehidupan, dibelajarkan dengan cara-cara yang demostratif dan relevan bagi anak didik. Kurikulum Humanistic menawarkan pilihan lain terhadap kaitannya dengan subject matter dan pembentukan kepribadian. Seseorang dinilai dari sifat dan perbuatannya. Bila sikap dan sifatnya baik maka dikatakan bahwa seseorang itu memiliki kepribadian yang baik, begitu pula dengan sebaliknya. Namun, kepribadian pada diri seseorang itu dapat berubah kapanpun dan dimanapun. Karena kepribadian terbentuk salah satunya karena faktor lingkungan. Kepribadian seseorang bisa dilihat dan dirasakan dalam rentang kehidupannya. Oleh karena itu, kepribadian manusia itu dikatakan sebagai satu kesatuan pada jiwa dan badan manusia . Kurikulum Humanistic memberikan solusi untuk mendidik anak didik menemukan jati diri mereka masing masing. Dengan adanya kurikulum Humanistik anak didik di ajarkan untuk menunjukkan potensi sifat kemanusiaannya sebagai individu yang tidak tersentuh oleh kurikulum lain. Aspek biologis manusia dengan sendirinya akan mengalami perkembangan dan penuaan, sedangkan aspek rohaniah psikologisnya di upayakan untuk didewasakan. Keywords: Kurikulum Humanistik, Jati Diri, Anak Didik
MANAJEMEN PEMBIAYAAN DAN IMPLIKASI TRADISI RITUAL TERHADAP MASYARAKAT HINDU DI BALI (STUDI DI DESA APUAN, KABUPATEN TABANAN) nyoman bontot
Satya Sastraharing : Jurnal Manajemen Vol 3 No 01 (2019): Satya Sastraharing: Jurnal Manajemen
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract A lot of ceremonial activities performed in Bali costs a lot of time. In addition, a lot of manpower and money are also needed to prepare offerings (upakara/banten). Foods (festivities) should also be prepared for those living around the temple (relatives), as can be seen from what is performed by the Hindus living at Apuan Traditional Village, Baturiti District, Tabanan Regency. The rituals (yajnya) performed which are not well based on the Hindu teaching may lead to poverty as the recently developing discourse. If rituals repeatedly performed caused the Hindus in Bali to be poor, they would certainly not perform them. The fact shows that the Hindus in Bali keep performing them, and that they have performed them more intensively. In Bali the rituals (yajna) are performed based on (1) the Tri Rna teaching which is described in the book Manawa Dharmasastra VI.35, in which it is stated that PancaYajna (five types of religious rituals) are performed to pay for the moral debts (Tri Rna), namely DewaRna, PitraRna, and RsiRna; (2) what is taught in Bhagawad Gita from III-10 to III-6 that God has created human beings through MahaYajna; (3) the palm leaf Manuscript of DewaTattwa, which contains the guidelines for the performance of PancaYajna. Three funding models are employed in the performance of the religious rituals (yajna); they are (1) guna kaya, namely the family income; (2) patus, namely the donation obligatorily donated by the villagers (kramadesa) the amount of which is based on the agreement made; and (3) aban-aban, namely the donation voluntarily donated by the villagers and their relatives. The rituals are performed by helping one another (gotongroyong). If calculated, the value of helping one another exceeds the value of the three afore mentioned funding models. The implications of the performance of the religious rituals in Bali are that (1) it strengthens the unity of the Hindus; (2) it improves their managerial skill; (3) it improves their work ethics; (4) it supports their financial planning and saving model; and (5) it creates job/business opportunities. Keywords: funding managementl, ritual tradition, Hindu society
PRESERVASI BUDAYA LOKAL DALAM MENGISI KEMAJUAN PARIWISATA ALAM PULAU NUSA PENIDA - BALI sudiarta ketut
Satya Sastraharing : Jurnal Manajemen Vol 3 No 01 (2019): Satya Sastraharing: Jurnal Manajemen
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Jurnal ini menguraikan tentang preservasi budaya lokal di Pulau Nusa Penida yang memiliki wisata alam yang sangat mempesona namun belum maksimal dalam atraksi wisata khususnya wisata budaya khas Nusa Penida. Preservasi dalam jurnal ini lebih menekankan kepada usaha-usaha pelestarian budaya asli Nusa Penida, selain sebagai eksistensi agar terhindar dari kepunahan juga menekankan usaha pelestarian budaya lokal agar tetap bisa lestari dan berkembang serta membuat masyarakat makin cinta akan budayanya sendiri. Preservasi dalam jurnal ini lebih menitikberatkan pada usaha-usaha pelestarian dengan maksud agar jangan sampai esensi dan nilai-nilai yang terkandung di dalam budaya tersebut tergerus akibat dari pemanfaatan budaya sebagai atraksi wisata yang berlebihan. Kata Kunci : pelestarian budaya, Nusa Penida, esensi dan nilai-nilai
MANAJEMEN PENDIDIKAN 4.0 widiyanto putu
Satya Sastraharing : Jurnal Manajemen Vol 3 No 01 (2019): Satya Sastraharing: Jurnal Manajemen
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Menghadapi era industri 4.0 dunia pendidikan di Indonesia diwajibkan untuk berevolusi dan berinovasi dengan cepat untuk dapat menghasilkan lulusan yang mampu bersaing, salah satunya dengan pengembangan kurikulum yang sesuai dengan perkembangan global dan inovasi pembelajaran. Inovasi pembelajaran yang dilakukan adalah memanfaatkan teknologi informasi yang berkembang pesat di era revolusi industri 4.0 ini untuk meningkatkan mutu pembelajaran, upaya-upaya perubahan tersebut tidak akan bisa berjalan dengan baik bilamana manajemen pendidikan sebuah lembaga pendidikan tidak berjalan dengan baik. Diharapkan tujuan penelitian ini dapat menghasilkan sebuah sintesa mengenai bagaimana manajemen pendidikan era revolusi industri 4.0 dapat memenuhi kualifikasi kemampuan lulusan yang dapat bersaing dan berkompetensi. Manajemen pendidikan merupakan sebuah kegiatan yang paling pokok dalam proses pendidikan, dimana pencapaian tujuan pendidikan sangat ditentukan kepada bagaimana pelaksanaan manajemen pendidikan di sebuah lembaga pendidikan berjalan dengan baik sesuai prinsif-prinsif manajemen pendidikan yaitu perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan pendidikan. Kata Kunci : manajemen pendidikan, revolusi industri
Manajemen Literasi Informasi gusti ayu
Satya Sastraharing : Jurnal Manajemen Vol 3 No 01 (2019): Satya Sastraharing: Jurnal Manajemen
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Literasi informasi merupakan serangkaian kemampuan dan pengetahuan yang diperlukan seseorang untuk mengetahui kapan informasi tersebut diperlukan, serta kemampuan seseorang untuk mencari, menggunakan, mengevaluasi dan memanfaatkan serta mengkomunikasikannya secara efektif. Secara umum literasi informasi dapat diartikan sebagai melek pengetahuan atau keberaksaraan informasi . Tujuan literasi informasi adalah untuk mempersiapkan individu agar mampu melakukan pembelajaran seumur hidup,. meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berfikir kritis. Tujuan lainnya yaitu meningkatkan kemampuan masyarakat untuk mengevaluasi informasi ditengah ledakan informasi yang lebih efesien, efektif, relevan, etis, legal dan terhindar dari plagiatisme. Tulisan ini membahas kegiatan literasi informasi yang merupakan program perpustakaan dalam tugasnya sebagai salah satu organisasi pengelola informasi. Pustakawan sebagai fasilitator informasi di perpustakaan diharapkan menjadi manajemen literasi informasi dengan memiliki keahlian yaitu : manajemen informasi (information management skill), mampu mengelola dan menggunakan informasi, menciptakan dan membuat informasi, organisasi informasi dan menyebarkan informasi.. Kata Kunci: Pustakawan, Manajemen, Literasi Informasi
HARI RAYA MOMENTUM MEMULAI KEHIDUPAN BARU made suyasa
Satya Sastraharing : Jurnal Manajemen Vol 3 No 01 (2019): Satya Sastraharing: Jurnal Manajemen
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABTRAKSI Setiap melakukan persembahyangan diawali dengan tangan kosong, dan diakhiri pula dengan tangan kosong pula. Bila hendak belajar untuk meningkatkan prestasi yang lebih baik berdasarkan hasil penelitian, harus di awali dengan pikiran yang kosong. Itulah sebabnya anak-anak pelajar dimasa lalu saat akan menghapi ujian mereka belajar lakukan tengah malam, begitu juga belajar ilmu kebatinan, ilmu hitam ilmu putih, karena pada jam-jam tersebut di kategorikan pikiran manusia masih murni dan belum di selimuti oleh hal-hal yang lainnya yang menyebabkan pikiran tertanggu, sehingga apa yang dibaca cepat terserap. Mesin-mesin bila hendak meningkatkan produksinya dengan baik, mesin itu harus diistirahatkan paling tidak 1-2 jam. Bila hendak membangun sebuah rumah, kantor, gedung, atau bangunan-bangunan lainya, rumput-rumput dan pohon-pohon di tempat itu harus di bersihkan, sehingga tanah itu menjadi kosong. Dalam Kitab Nitisastra ditegaskan dari kekesongan inilah lahir awal penciptaan. Dari kosong inilah lahir rwa bhineda (dualitas). Karena itu hari Raya tiada lain adalah sebagai awal memulai kehidupan/awal memulai kehidupan baru, awal kebangkitan dan sumber kekuatan dalam arti luas. Kata Kunci: Hari Raya mementom memulai kehidupan Baru
Special Education Of Advocates Profession As The Advocate's Professionality As A Law Enforcer citranu ranu
Satya Sastraharing : Jurnal Manajemen Vol 3 No 2 (2019): Satya Sastraharing: Jurnal Manajemen
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Harmonization between The Law of Advocate and The Law of Higher Education related to Special Education of Advocates Profession is very important, the Constitutional Court has given a decision that Special Education of Advocates Profession must cooperate with accredited Higher Education This was done to achieve the objectives of the Constitution through the Law Advocates which gave birth to law enforcement with expertise, competence, and professionals in their fields. Advocates as law enforcers who uphold the Pancasila and The 1945 Constitution of The Republic of Indonesia must take constitutional education to achieve the objectives can be realized through the Law of Higher Education related to Special Education of Advocates Profession which adjusts National Education Standards and Professional Education Standards in order to maintain the quality of the profession. Keywords: Education, Advocates, Profession