Penelitian ini menganalisis efektivitas pengelolaan anggaran pendidikan di daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) melalui kajian pustaka sistematis. Hasil menunjukkan bahwa keterlambatan distribusi dana, kapasitas manajemen sekolah yang terbatas, infrastruktur yang kurang memadai, dan rendahnya partisipasi masyarakat menurunkan efektivitas, sedangkan kebijakan afirmatif pemerintah dan pemanfaatan teknologi digital meningkatkan efektivitas. Rekomendasi strategis meliputi penguatan kapasitas manajemen sekolah, percepatan distribusi dana, dan implementasi sistem digital untuk meningkatkan tata kelola anggaran.
Copyrights © 2025