Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Efektifitas Anggaran Pendidikan di Daerah 3T: Kajian Literatur Julita Maya Jalnuhuubun; Esalina Y Djutay
Satya Sastraharing : Jurnal Manajemen Vol 9 No 2 (2025): Satyasastra Haring: Jurnal Manajemen
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33363/satya-sastraharing.v9i2.1565

Abstract

Penelitian ini menganalisis efektivitas pengelolaan anggaran pendidikan di daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) melalui kajian pustaka sistematis. Hasil menunjukkan bahwa keterlambatan distribusi dana, kapasitas manajemen sekolah yang terbatas, infrastruktur yang kurang memadai, dan rendahnya partisipasi masyarakat menurunkan efektivitas, sedangkan kebijakan afirmatif pemerintah dan pemanfaatan teknologi digital meningkatkan efektivitas. Rekomendasi strategis meliputi penguatan kapasitas manajemen sekolah, percepatan distribusi dana, dan implementasi sistem digital untuk meningkatkan tata kelola anggaran.
Analisis Kepemimpinan Kepala Sekolah SDN 23 Tual Berdasarkan Pendekatan Sifat (Trait Approach) Menurut Peter G. Northouse Julita Maya Jalnuhuubun; Yari Dwikurnaningsih; Sophia Tri Satyawati
Satya Sastraharing : Jurnal Manajemen Vol 10 No 1 (2026): Satyasastra Haring: Jurnal Manajemen
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33363/satya-sastraharing.v10i1.1798

Abstract

Kepemimpinan kepala sekolah merupakan faktor penting dalam keberhasilan manajemen pendidikan di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sifat-sifat kepemimpinan (trait leadership) kepala sekolah SDN 23 Tual berdasarkan lima dimensi yang dikemukakan oleh Northouse (2018), yaitu intelligence, self-confidence, determination, integrity, dan sociability. Pendekatan kuantitatif digunakan melalui instrumen Leadership Trait Questionnaire (LTQ) yang terdiri atas 14 item, dengan partisipasi 12 responden (11 guru dan 1 kepala sekolah). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah menilai dirinya 100% pada semua dimensi, sementara penilaian guru berkisar antara 92,2% hingga 95%. Temuan ini mengindikasikan keselarasan persepsi antara kepala sekolah dan guru terhadap efektivitas kepemimpinan. Dimensi intelligence dan self-confidence menonjol dalam kemampuan kepala sekolah mengambil keputusan strategis, sedangkan determination, integrity dan sociability memperkuat ketekunan, kejujuran, dan hubungan interpersonal yang positif. Kebaruan penelitian ini terletak pada penerapan pendekatan trait leadership di konteks sekolah dasar Indonesia dengan perbandingan persepsi kepala sekolah dan guru. Secara keseluruhan, hasil penelitian menegaskan bahwa karakteristik pribadi kepala sekolah berkontribusi signifikan terhadap efektivitas kepemimpinan, kolaborasi guru, dan pencapaian tujuan pendidikan di sekolah.
Kecerdasan Buatan (AI) dalam Pembelajaran di SD Negeri: Perspektif Guru dan Siswa Julita maya Jalnuhuubun
Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 15, No 3 (2026): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/sakp.v15i3.27244

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk  menganalisis penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam proses pembelajaran di SD  Negeri 23 Tual,  Kota Tual,  Provinsi  Maluku. Subjek penelitian meliputi 35 siswa kelas 5 dan  6  serta  2  guru wali kelas. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif-kualitatif melalui teknik pengumpulan data wawancara dengan pertanyaan tertutup dan terbuka.Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh siswa dan guru telah menggunakan AI dalam pembelajaran. Guru memanfaatkan  AI   terutama  untuk   personalisasi   pembelajaran   dan   tugas   administrasi, dengan frekuensi penggunaan beberapa  kali  dalam  seminggu. Sementara  itu, siswa menggunakan AI untuk  memahami  materi akademik,  khususnya   mata   pelajaran   Matematika   (80%).   Mayoritas   guru   dan   siswa   menilai   AI   sangat membantu  dalam  proses belajar mengajar.   Meskipun  demikian, terdapat  kendala,   di   mana 40% siswa mengalami kesulitan teknis saat menggunakan AI.Kesimpulan dari  penelitian  ini adalah  AI telah berhasil terintegrasi sebagai alat bantu yang efektif untuk meningkatkan  efisiensi  guru  dan  pemahaman  konsep  siswa. Rekomendasi penelitian  menekankan perlunya pendampingan    guru,    penerapan    pendekatan     terstruktur,    dan    penguatan     kebijakan    sekolah    untuk mengoptimalkan integrasi AI, terutama dalam mengatasi kendala teknis pada siswa.Kata kunci: kecerdasan buatan AI, pembelajaran, teknologi pendidikan, SD Negeri 23 Tual,AI