Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan pengendalian massa dalam peningkatan kinerja anggota pada Kompi 4 Batalyon A Pelopor Satuan Brimob Polda Sulawesi Tengah. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Fokus penelitian adalah memahami secara mendalam bagaimana kebijakan pengendalian massa diterapkan di lapangan serta faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas pelaksanaannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan pengendalian massa dipengaruhi oleh empat faktor utama, yaitu komunikasi, sumber daya, disposisi pelaksana, dan struktur birokrasi. Komunikasi yang jelas dan konsisten memungkinkan pelaksana dan masyarakat memahami maksud dan tujuan kebijakan. Dukungan sumber daya yang memadai, termasuk staf, fasilitas, dan wewenang, menjadi prasyarat agar kebijakan dapat dilaksanakan secara efektif. Disposisi pelaksana, yang meliputi sikap, komitmen, dan pemahaman kebijakan, menentukan keberhasilan pelaksanaan. Struktur birokrasi, termasuk prosedur operasi standar (SOP) dan mekanisme koordinasi, menjadi pedoman bagi pelaksana serta memfasilitasi hubungan yang efektif antara aparat dan masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan implementasi kebijakan pengendalian massa tidak hanya bergantung pada desain kebijakan, tetapi juga pada kesiapan organisasi, kemampuan dan sikap pelaksana, serta koordinasi yang baik. Temuan ini menjadi dasar bagi upaya peningkatan kinerja anggota Brimob dalam pengendalian massa sehingga kebijakan dapat diterapkan secara optimal dan memberikan hasil yang maksimal bagi keamanan dan ketertiban masyarakat.
Copyrights © 2025