Taman Wisata Alam (TWA) Baning merupakan hutan rawa gambut yang terletak di pusat Kota Sintang dan berfungsi sebagai ruang terbuka hijau sekaligus kawasan konservasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap pengelolaan TWA Baning sebagai ruang terbuka hijau di Kabupaten Sintang. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode kuantitatif dan kualitatif melalui wawancara kepada 40 responden masyarakat sekitar serta pihak pengelola dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah II Sintang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek pengetahuan masyarakat mengenai fungsi TWA Baning dikategorikan kuat dengan skor 75,30%. Aspek dukungan masyarakat terhadap pengelolaan kawasan dikategorikan sangat kuat dengan skor 81,25%, sedangkan aspek kesediaan masyarakat untuk bekerja sama dalam pengelolaan kawasan juga tergolong sangat kuat dengan skor 81,73%. Hasil ini mengindikasikan bahwa masyarakat tidak hanya memahami pentingnya peran TWA Baning dalam menjaga kualitas lingkungan perkotaan, tetapi juga memiliki kepedulian dan komitmen tinggi untuk mendukung pengelolaan berkelanjutan kawasan. Kesimpulannya, persepsi masyarakat terhadap TWA Baning secara umum positif dan menjadi modal sosial penting dalam upaya pelestarian ruang terbuka hijau di Kota Sintang.
Copyrights © 2026