Anemia dan kekurangan gizi pada remaja putri merupakan faktor risiko signifikan yang dapat menyebabkan stunting pada generasi berikutnya. Upaya pencegahan stunting harus dimulai sejak masa remaja dengan meningkatkan kesadaran gizi dan memfasilitasi deteksi dini masalah kesehatan. Inisiatif layanan masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman remaja putri tentang anemia dan masalah gizi, sekaligus menilai kesehatan mereka melalui pengukuran kadar hemoglobin (Hb) dan status gizi di SMK Bina Profesi Pekanbaru. Kegiatan ini menggunakan teknik pendidikan kesehatan tentang anemia dan gizi, menilai pengetahuan melalui tes pra dan pasca, melakukan evaluasi kadar hemoglobin, serta mengukur tinggi dan berat badan untuk menentukan status gizi. Remaja putri yang didiagnosis menderita anemia atau status gizi tidak normal menerima bimbingan individual sebagai tindak lanjut kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan sebesar 55% di kalangan remaja putri setelah intervensi pendidikan. Evaluasi kadar hemoglobin menunjukkan bahwa 10% remaja putri mengalami anemia. Evaluasi status gizi menunjukkan bahwa 35% remaja putri memiliki status gizi normal, 55% diklasifikasikan sebagai kurus, dan 10% dikategorikan sebagai overweight. Data menunjukkan bahwa masalah gizi di kalangan remaja putri di SMK Bina Profesi masih cukup signifikan, terutama persentase yang tinggi dari remaja dengan status gizi yang tidak memadai. Inisiatif layanan masyarakat ini secara efektif meningkatkan pemahaman remaja putri tentang anemia dan status gizi. Integrasi pendidikan dan penilaian kesehatan sangat penting sebagai strategi pencegahan untuk mencegah stunting dengan meningkatkan kesiapan gizi dan kesehatan remaja putri di SMK Bina Profesi Pekanbaru
Copyrights © 2026