Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

HUBUNGAN PARITAS DAN USIA GESTASI DENGAN HIPEREMESIS GRAVIDARUM DI PRAKTEK MANDIRI BIDAN Islami Zalni, Rummy; Ridhany Risandy, Resty; Anita, Wan
Ensiklopedia of Journal Vol 6, No 2 (2024): Vol. 6 No. 2 Edisi 2 Januari 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v6i2.2165

Abstract

Pregnancy is a physiological process experienced by women and occurs during the first pregnancy, and attenuation nausea and vomiting are normal symtoms and are often found in the first trimester og pregnancy. 2022 this research is quantitative in nature using an analytical research design using a cross sectional approach, the number of samples is 30 responden. The results of the analysis use the wi Chi square with an a 0,05 a df I and p value 0,038 (p<0,05) attina there is a pantesal chard and gestational age with hyperemesis gravidarum. There is a significant relationship between parity and hyperemesis gravidarum. The results of the analysis using the Chi-square test with a 0.05 woth df = 2 and p value 0,05 the hypothesis wichh states that there is a relationship between parity and hyperemesis gravidarum is proven statisticallyKeyword : Parity, Gestational age, Hyiperemesis Gravidarum
PENYHULUH MENGENAI HUBUNGAN SEKSUAL PADA MASA KEHAMILAN Islami Zalni, Rummy; Anita, Wan; Juwita, Ratna
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 9 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i9.3594-3600

Abstract

Kehamilan merupakan hal yang fisiologis, selama kehamilan banyak terjadi perubahan fisik dan psikologis yang disebabkan adanya peningkatan hormon kehamilan. Beberapa mitos yang disampaikan pasangan suami istri antara lain bahwa melakukan hubungan seksual selama kehamilam akan mengakibatkan keguguran dan melukai janin, orgasme akan menyebabkan keguguran dan kelahiran bayi premature, berhubungan seksual akan menggangu kenyamanan tidur bayi, berhubungan seksual mengakibatkan infeksi pada janin. Mitos-mitos inilah yang menyebabkan kehidupan seksual selama masa kehamilan pada umumnya diabaikan. Setiap kondisi kehamilan berbeda, maka batas aman frekuensi berhubungan seksual yang dilakukan juga akan berbeda. Selama kehamilan wanita tidak perlu menghindari hubungan seksual kecuali ada riwayat keguguran, dan perdarahan. Perubahan selama kehamilan ini merupakan masalah yang memerlukan penyesuaian diri diantara suami istri. Berdasarkan hal tersebut diatas, kami ingin melakukan pengabdian kepada masyarakat di desa Pangkalan baru Kabupaten Kampar. Kami memilih desa Pangkalan baru Kabupaten Kampar ini karena pada saat kami melakukan survey awal pada kegiatan Praktek Belajar Lapangan dari 10 ibu hamil 4 diantara nya mengatakan tidak mau melakukan hubungan seksual karena takut keguguran, 2 diantaranya mengatakan takut bayi cacat dan 2 mengatakan tidak tau posisi yang aman dalam melakukan hubungan seksual pada saat hamil sedangkan 2 orang ibu hamil lagi tetap melakukan hubungan seksual selama masa kehamilan. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan February s/d Maret 2024 dengan target luaran jurnal nasional terakreditasi SINTA 4. Kegiatan pengabdian berlangsung dengan lancar dihadiri oleh 15 peserta dan dilaksanakan di balai desa yang dilaksanakan pada hari Rabu, 6 maret 2024 pukul 15.00 wib s/d 18.00 wib. Kegiatan ini dapat dikatakan berjalan dengan lancar serta peserta pengabdian sangat antusias dalam bertanya dan hasil penilaian pre dan post test terjadinya peningkatan nilai sebanyak 85%.  
PENINGKATAN SELF-CONFODENT IBU HAMIL TERHADAP PEMERIKSAAN KEHAMILAN MASA COPID-19 Yulita, Emi; Islami Zalni, Rummy; Armiza Septia, Qori
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): martabe : jurnal pengabdian kepada masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i2.675-680

Abstract

Berdasarkan pengamatan terhadap ibu-ibu hamil baik di Puskesmas maupun di klinik atau tempat praktek Bidan di Pekanbaru masih terdapat ibu-ibu yang takut untuk memeriksakan kehamilan, karena kondisi Civid-19, mereka memiliki kekwatiran terjadi penularan virus corona tersebut baik kepada ibu hamil maupun kepada janin yang kandungnya. Permasalahan ini akibat masih kurangnya pemahaman ibu-ibu hamil dalam penatalaksaan pemeriksaan kehamilan di masa Covid-19. Menjawab permasalahan ini pernah dilakukan oleh berbagai pihak baik instansi kesehatan berupa penyuluhan tentang penatalaksaan pemeriksaan kehamilan di masa Covid-19 namun hasilnya belum memuaskan artinya cakupan pemeriksaan Kehamilan menurun 30% dari pemeriksaan rutin setiap bulannya dan tentu akan berpengaruh kepada target pemerintah yakni 80% dari ibu hamil harus memeriksakan kehamilan secara rutin ke tenaga kesehatan.Berdasarkan masalah diatas solusi yang dilakukan dalam pelaksanaan PKM ini berupa aspek sosial pendampingan kepada ibu hamil untuk menjelaskan penatalaksaan pemeriksaan kehamilan di masa Covid-19. Kegiatan ini berupa:1) dimulai dengan menjelaskan tentang covid -19, 2) Menjelaskan tentang penatalaksaan pemeriksaan kehamilan di masa Covid-19, 3) dukungan/ support dari keluarga.Metode pendekatan yang digunakan dalam kegiatan PKM berupa melakukan pendampingan yang dilakukan dalam memberikan pengetahuan tentang pentingnya pemeriksaan rutin kehamilan dengan harapan ibu hamil dapat meningkatkan pemeriksaan kehamilannya sebagaimana biasanya. Sehingga tidak ada lagi ibu hamil yang merasa takut atau tidak percaya diri terhadap pemeriksaan kehamilan dimasa Covid-19Luaran yang dihasilkan dalam kegiatan PKM ini berupa peningkatan kepercayaan diri ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan kehamilan, sehingga diharapkan dengan keberhasilan peningakatn pemeriksaan kehamilan pencapaian pemerintah terhadap pemeriksaan ibu-ibu hamil sesuai target yang telah ditetapkan. Manfaat yang didapat oleh mitra adalah berupa mendapatkan dan mengetahui kondisi kesehatan baik pada ibu hamil maupun bayi sehingga saat melahirkan diharapkan ibu dan bayi sehat, dan dapat melakukan deteksi dini komplikasi kemhamilan dan mendapatkan penanganan secara cepat
PEMBELAJARAN MASA PANDEMI COVID-19 DENGAN MEMAKAI MASKER, MENCUCI TANGAN DAN MENJAGA JARAK ANAK SD 018 DESA MAYANG PONGKAI KAMPAR Islami Zalni, Rummy; Yulita, Emi; Sri Pratiwi, Ayu
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 6 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i6.2243-2248

Abstract

Pendidikan adalah sektor yang paling terkena dampak besar oleh pandemi Covid-19. Pemerintah pun sudah berusaha secara maksimal agar kegiatan belajar mengajar di satuan pendidikan tetap terjaga sehat dan selamat dengan mengeluarkan kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), baik luring maupun daring. SD 018 Desa Mayang Pongkai merupakan SD yang terletak di wilayah Kampar yang masih dalam zona aman covid-19 dan memenuhi persyaratan untuk melakukan pembelajaran tatap muka, sehingga pembelajaran secara langsung dapat dilakukan, tentunya pembelajaran tatap muka ini harus mengikuti protokol kesehatan, namun banyak sekali terlihat anak sekolah dasar tersebut tidak betah berlama-lama menggunakan masker dan masih bermain dengan teman-temannya tanpa mempedulikan jarak. Kegiatan ini dilakukan dari bulan Mei s/d juli. Kegiatan terlaksana dengan baik banyak siswa yang bertanya dan antusias dalam penyuluhan ini. Responden tercapai sesuai dengan prediksi, pembagian masker yang dilakukan langsung dipakai oleh siswa tersebut yang pada hari itu memang tidak menggunakan masker. Hasil yang didapat dari kegiatan pengabdian mayarakat ini adalah seluruh anak-anak yang mengikuti penyuluhan mengetahui tentang protokol kesehatan pada masa pandemi covid-19. Setelah selesai melaksanakan penyuluhan anak-anak kembali diberikan pertanyaan yang sama terkait mengenai protokol kesehatan pada masa pandemi covid-19 dengan hasil keseluruhan anak-anak yang hadir 100% memahami atau mampu menjawab dengan benar pertanyaan mengenai protokol kesehatan pada masa pandemi covid-19.Â