Kegiatan budidaya ikan nila di kawasan Danau Toba memiliki peran strategis dalam meningkatkan perekonomian masyarakat, namun masih menghadapi berbagai permasalahan, seperti tingginya biaya produksi, rendahnya efisiensi usaha, serta terbatasnya kemampuan manajerial pembudidaya. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan kapasitas melalui pendekatan yang komprehensif dan berkelanjutan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian pembudidaya ikan nila melalui pendekatan blue economy berbasis penyuluhan multidisipliner. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dengan model penyuluhan yang mengintegrasikan aspek perikanan, akuntansi, ekonomi, dan matematis. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan metode pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta, serta observasi kualitatif terhadap perubahan perilaku dan keterampilan mitra. Kegiatan melibatkan empat kelompok pembudidaya ikan nila di kawasan Danau Toba. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta yang signifikan, dengan rata-rata kenaikan skor sebesar 38,38% antara pre-test dan post-test. Selain itu, terjadi perubahan positif pada aspek manajerial dan teknis, yang ditunjukkan melalui meningkatnya kemampuan peserta dalam melakukan pencatatan keuangan, analisis usaha, serta penerapan teknik budidaya yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Kesimpulan dari kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan penyuluhan multidisipliner berbasis blue economy efektif dalam meningkatkan kapasitas dan kemandirian pembudidaya ikan nila. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga mendorong perubahan perilaku menuju praktik budidaya yang lebih efisien, berkelanjutan, dan berbasis analisis usaha.
Copyrights © 2026