Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam mengembangkan keterampilan sosial emosional anak di SDIT Syajarul Qur’an Gelumbang. Keterampilan sosial emosional merupakan aspek penting dalam pembentukan karakter anak yang mencakup kemampuan mengenali dan mengelola emosi, membangun hubungan sosial yang sehat, serta bertanggung jawab dalam pengambilan keputusan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui studi lapangan (field research) yang dilakukan di SDIT Syajarul Qur’an Gelumbang untuk mendeskripsikan peran guru dalam mengembangkan keterampilan sosial emosional anak. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap dua guru kelas, kepala sekolah, serta tujuh belas siswa kelas 2A SDIT Syajarul Qur’an Gelumbang. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan guru memiliki peran strategis dalam mengembangkan keterampilan sosial emosional siswa melalui pembiasaan perilaku positif berbasis nilai Islam, strategi pembelajaran kolaboratif, dan keteladanan dalam bersikap. Berdasarkan hasil pengamatan, sebanyak 64,7% siswa telah berkembang sesuai harapan dalam kesadaran diri, 82,3% dalam pengendalian diri, 82,3% dalam kesadaran sosial, 82,3% dalam keterampilan berelasi, dan 94% dalam pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. Secara keseluruhan, keterampilan sosial emosional siswa berada pada kategori berkembang sesuai harapan (BSH). Pembelajaran sosial emosional diintegrasikan dengan kegiatan keagamaan seperti shalat dhuha, tahfiz Al-Qur’an, dan pembiasaan sopan santun yang selaras dengan tahap perkembangan psikososial Erik H. Erikson (industry versus inferiority). Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa pengembangan keterampilan sosial emosional berbasis nilai Islam dapat memperkuat keseimbangan antara kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual siswa sekolah dasar.
Copyrights © 2026