AbstrakPesantren memiliki peran strategis tidak hanya sebagai lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat. Namun, keterbatasan keterampilan kewirausahaan dan pengetahuan teknis santri serta masyarakat sekitar masih menjadi kendala dalam mewujudkan kemandirian ekonomi pesantren. Salah satu potensi ekonomi lokal yang dapat dikembangkan secara kolaboratif adalah usaha budidaya ternak kambing. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan teknis, dan kesiapan usaha santri dan masyarakat melalui pelatihan budidaya ternak kambing berbasis kolaborasi pesantren dan masyarakat. Mitra kegiatan adalah Pesantren Baitul Arqam dengan melibatkan 32 peserta yang terdiri atas santri, pengelola pesantren, pengurus lembaga mitra, dan masyarakat sekitar. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan pelatihan teknis dan manajerial usaha ternak kambing, praktik lapangan, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test, observasi, dan umpan balik peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada tingkat pengetahuan peserta, dengan skor rata-rata meningkat dari kategori “cukup paham” menjadi “paham” didukung oleh hasil uji Wilcoxon Signed Ranks Test yang menunjukkan perbedaan signifikan antara pre-test dan post-test (p < 0,001). Selain itu, Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta, tetapi juga memperkuat kolaborasi antara pesantren dan masyarakat sebagai modal sosial dalam pengembangan usaha ternak kambing yang berkelanjutan dan berorientasi pada pemberdayaan ekonomi lokal, sehingga perlu didukung melalui pendampingan lanjutan untuk memastikan keberlanjutan program. Kata kunci: kolaborasi pesantren-masyarakat; budidaya ternak kambing; pemberdayaan ekonomi; pelatihan. Abstract Islamic boarding schools (pesantren) play a strategic role not only as religious educational institutions but also as centers for community economic empowerment. However, limited entrepreneurial and technical capacities among students and surrounding communities hinder economic self-reliance. This community service program aimed to enhance participants’ knowledge, technical skills, and business readiness through collaborative goat farming training involving the pesantren and the local community. The program was conducted at Pesantren Baitul Arqam with 32 participants, including students, administrators, partner representatives, and local residents. The implementation included technical and managerial training, field practice, and evaluation using pre-test and post-test, observation, and feedback. The results showed a significant improvement in participants’ knowledge, supported by the Wilcoxon Signed Ranks Test (p < 0.001). In addition, the program strengthened collaboration between the pesantren and the community as social capital for developing sustainable goat farming enterprises. Therefore, follow-up mentoring is recommended to ensure program sustainability. Keywords: pesantren–community collaboration; goat farming; economic empowerment; business training; community service.
Copyrights © 2026