Pembelajaran membaca bagi anak dengan hambatan intelektual di Madrasah Ibtidaiyah hingga saat ini belum dilaksanakan secara terpadu antara pendidikan formal di sekolah dan pendidikan informal di lingkungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pola integrasi kedua ranah pendidikan tersebut dalam upaya meningkatkan minat baca anak berkebutuhan khusus, mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaannya, serta menganalisis kontribusi nilai-nilai Islam dalam memperkuat motivasi membaca. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang melibatkan guru kelas, guru pendamping khusus, kepala madrasah, orang tua, serta anak dengan hambatan intelektual sebagai subjek penelitian. Data diperoleh melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Temuan penelitian menunjukkan bahwa integrasi antara pendidikan formal dan informal masih bersifat terbatas dan belum terstruktur secara sistematis, yang tercermin dari beragamnya tingkat keterlibatan orang tua serta keterbatasan dukungan yang tersedia.
Copyrights © 2026