Education for Sustainable Development (ESD) menjadi salah satu pendekatan penting dalam mewujudkan pendidikan yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan, sosial, dan ekonomi. Dalam implementasinya di Indonesia, konsep ini mulai diintegrasikan dalam Kurikulum Merdeka sebagai bagian dari upaya membentuk peserta didik yang memiliki kesadaran dan tanggung jawab terhadap keberlanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi perspektif guru dalam memahami dan mengimplementasikan Education for Sustainable Development (ESD) pada Kurikulum Merdeka. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan analisis dokumen pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman guru terhadap konsep ESD masih bervariasi. Sebagian guru telah memiliki pemahaman dasar mengenai ESD, namun sebagian lainnya masih kurang familiar terutama pada aspek sosial dan ekonomi, serta cenderung lebih menekankan pada dimensi lingkungan. Faktor latar belakang pendidikan dan pengalaman mengajar memengaruhi tingkat pemahaman guru. Implementasi ESD di sekolah tercermin melalui integrasi dalam visi sekolah, pembelajaran pada mata pelajaran, kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), penanaman nilai dan sikap, serta kegiatan ekstrakurikuler. Kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan pelatihan, sumber daya pembelajaran, padatnya jadwal mengajar, dan kurangnya kolaborasi antar guru. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi ESD dalam Kurikulum Merdeka telah mulai dilakukan, namun masih memerlukan dukungan yang lebih kuat melalui pelatihan guru, penyediaan sumber belajar, serta kebijakan pendidikan yang mendukung penerapan ESD secara lebih optimal.
Copyrights © 2026