Hasil belajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti merupakan salah satu indikator keberhasilan proses pembelajaran yang perlu ditingkatkan melalui penerapan metode pembelajaran yang tepat dan berpusat pada peserta didik. Oleh karena itu, penggunaan metode pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning) dipandang relevan untuk mendorong keaktifan, kemampuan berpikir kritis, serta pemahaman peserta didik terhadap materi pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan metode pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti secara signifikan pada peserta didik kelas XII SMA Negeri 1 Kerajaan Kabupaten Pakpak Bharat Tahun Pembelajaran 2025/2026. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian kuasi eksperimen (quasi-experimental research) dan desain Non-Equivalent Control Group Design. Populasi penelitian adalah seluruh peserta didik kelas XII SMA Negeri 1 Kerajaan yang berjumlah 70 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh (total sampling), yaitu kelas XII IPS berjumlah 37 orang sebagai kelas eksperimen dan kelas XII MIPA berjumlah 33 orang sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian berupa tes pilihan ganda sebanyak 35 butir soal. Analisis data menggunakan uji t separated varian karena jumlah sampel tidak sama (n1 tidak sama dengan n2) dan varians kedua kelompok tidak homogen (o12 tidak sama dengan o22). Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa nilai t_hitung = 5,850 lebih besar daripada t_tabel = 1,688, sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode pembelajaran berbasis masalah secara signifikan dapat meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti pada peserta didik kelas XII SMA Negeri 1 Kerajaan Kabupaten Pakpak Bharat Tahun Pembelajaran 2025/2026.
Copyrights © 2026