Pembentukan nilai religius pada anak usia dini memerlukan proses yang berkelanjutan melalui pengalaman konkret dan pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses internalisasi nilai religius anak usia dini melalui pembiasaan ibadah di RA Rowolaku. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek dua guru dan 20 anak usia 4–6 tahun yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif tematik dengan teknik triangulasi sumber dan teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses internalisasi nilai religius berlangsung melalui pembiasaan ibadah yang terstruktur, konsisten, dan menyenangkan, meliputi kegiatan salam, senyum, sapa, doa, nyanyian Islami, praktik wudhu, shalat dhuha, serta kegiatan berbagi. Proses tersebut didukung oleh strategi pembelajaran berupa pengalaman konkret, scaffolding, modeling guru, penguatan positif, serta keterlibatan orang tua dan lingkungan sekolah yang kaya stimulus religius. Anak tidak hanya meniru praktik ibadah, tetapi juga mampu memahami makna fungsional dan sosialnya serta mengaitkan perilaku positif dengan nilai spiritual. Dengan demikian, pembiasaan ibadah yang dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan efektif dalam menginternalisasi nilai religius serta membentuk karakter anak usia dini secara holistik.
Copyrights © 2026