Hipertensi merupakan masalah kesehatan masyarakat yang berkontribusi besar terhadap peningkatan risiko penyakit kardiovaskular. Faktor metabolik, khususnya status gizi dan status glikemik, diketahui berperan dalam terjadinya hipertensi, namun kajian yang menganalisis pengaruh keduanya secara simultan masih terbatas pada populasi wilayah kerja kekarantinaan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan status gizi dan status glikemik secara simultan dengan kejadian hipertensi di wilayah kerja Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Probolinggo Wilker Tanjung Wangi. Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan desain potong lintang yang dilaksanakan pada periode Maret hingga September 2025 melalui kegiatan Cek Kesehatan Gratis. Subjek penelitian berjumlah 176 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Variabel dependen adalah status hipertensi yang diklasifikasikan menjadi normal, elevated, hipertensi derajat 1, dan hipertensi derajat 2, sedangkan variabel independen meliputi status gizi berdasarkan indeks massa tubuh dan status glikemik berdasarkan kadar glukosa darah. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan multivariat menggunakan regresi logistik ordinal. Hasil analisis menunjukkan bahwa model regresi logistik ordinal signifikan secara statistik dengan nilai Chi-Square sebesar 92,740 dan p<0,05. Uji Goodness-of-Fit menunjukkan kecocokan model yang baik (Pearson p=0,169; Deviance p=0,568), serta asumsi proportional odds terpenuhi (p=0,918). Nilai Pseudo R-Square menunjukkan kemampuan model yang cukup baik dalam menjelaskan variasi kejadian hipertensi (Nagelkerke=0,440). Secara simultan, status gizi dan status glikemik berhubungan dengan kejadian hipertensi. Penelitian ini menegaskan pentingnya pengendalian faktor metabolik secara terpadu sebagai bagian dari upaya pencegahan hipertensi di wilayah kerja Balai Kekarantinaan Kesehatan.
Copyrights © 2026